Postingan Populer

Jumat, 07 Maret 2014

Download Gratis MP3: Tafsir Al-Misbah QS. Adh-Dhuha

DOWNLOAD DI SINI




Dapatkan juga yang MP3 Tafsir lainnya:

Download Gratis MP3: Tafsir Al-Misbah QS. At-Thariq

DOWNLOAD DI SINI




Dapatkan juga yang MP3 Tafsir lainnya:

Download Gratis MP3: Tafsir Al-Misbah QS. Al-Fajr

DOWNLOAD DI SINI




Dapatkan juga yang MP3 Tafsir lainnya:

Download Gratis MP3: Tafsir Al-Misbah QS. Al-Fatihah

DOWNLOAD DI SINI




Dapatkan juga yang MP3 Tafsir lainnya:

Download Gratis MP3: Tafsir Al-Misbah QS. Abasa

DOWNLOAD DI SINI




Dapatkan juga yang MP3 Tafsir lainnya:

Tehnik Super Nyaman Belajar Tafsir



Belajar tafsir dengan mondok? Mungkin tak sempat. 
Belajar tafsir dengan beli bukunya, waduh mahal, belum lagi harus baca
Memang, Anda punya banyak waktu?

Mungkin ikut pengajian-pengajian
Pengajian tafsir di mana?

Bagaimana jika saya tawarkan belajar tafsir sambil nyantai, sambil kerja, sambil main facebook, sambil jalan-jalan, sambil mengendari mobil, sambil mencangku, sambil mencari kayu bakar, sambil mengawasi pekerjaan bangunan, sambil mengawasi ulangan anak-anak di sekolah, dan sambil-sambil lainnya? Bagaimana, minat?

Berminat sih berminat, tapi bagaimana caranya? mungkin itu kata Anda.

Mudah sekali, 
Caranya adalah, belajarlah dengan tafsir MP3. 
Anda pasang failnya di hape, putar, pasang headset, dan nikmati

Quantum Learning?
Haha, lewat, 
Ini cara belajar paling menyenangkan di dunia.

Tak seperti mendengarkan musik, yang kehalalannya diperdebatkan--mendengarkan tafsir sudah jelas ibadah, menambah imu, dan yang terpenting, sang penyampai adalah penulis tafsir itu sendiri: Prof. Dr. Quraisy Shihab, MA, seorang yang sangat kompeten, terpercaya, dan telah menjadi pengajar tafsir selama puluhan tahun. 15 Jilid Tafsir Al-Misbah telah diselesaikannya. Tafsir itu besar-besar, tebal-tebal.1

Karenanya, mendengarkan ceramah beliau, adalah mendegarkan ceramah dari seorang dengan pengetahuan tafsir yang matang. Tentu saja tidak ada manusia sempurna, akan tetapi di tengah ketidak sempurnaan itu, ada yang terbaik untuk kita, dan setahu saya, ak Quraisylah orangnya.Rendah hati Anda mendengarkan ceramah beliau, insya Alloh akan memberi kemudahan bagi penambahan pengetahuan Anda.

Saya telah melakukan kerja keras, mencari video, mengunduh, kemudian memindahkannya ke dalam bntuk MP3, supaya menjadi fail ringan, yang bisa Anda nikmati dengan gadget kesayangan Anda. Saya harap semua upaya saya ini menjadi ibadah, sebagaimana juga Anda, mudah-mudahan, unduhan segala usaha Anda mengunduh, memutar, mendengarkan dan mempelajari kajian ini, bermanfaat bagi Anda, dan Alloh catat sebagai ibadah bernilai tinggi di hadapan-Nya.

Anda yang berminat mendengarnya MP3 nya, bisa Anda download gratis DI SINI

Ketika Klop Ikutan Worksop

Tak ada rencana mengikuti Worksop, apalagi worksop berbayar seperti 9 Maret 2014 besok. Jangankan berbayar, gratis pun saya tak mungkin. Masalahnya ini jauh, di Jakarta. Untuk ke sana, memerlukan ongkos, makan waktu, padahal dompet, kini sedang kempes-kempesnya, terkuras setor bulanan.

Bayangkan, cicilan rumah masih 7 bulan lagi. Mobil juga, salah saya sendiri bulan kemarin mengambil Mercy keluaran terbaru. Belum lagi si cikal di Amrik, dia minta transfer uang. Si Caterine nagih bayaranya, tiga malam sewa dia belum saya bayar--dia mahal banget, padahal bodynya biasa saja tuh. Untungnya semua beban itu fiktif--paragraf kedua cuma bohongan.


Tambah lagi acaranya Hari Minggu, dan ini hari penting saya pulang ke rumah. Mengasuh anak, bersenang-senang dengannya, menikmati kebersamaan dengan istri, mengantarnya ke pasar, dan menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah. Pergi ke Jakarta? Waduh, mana bisa?

Akan tetapi kemudian, datang inboks dari Pak Isa Alamsyah. Dia menyarankan, agar saya mengikuti worksop ini. Dan sarannya itu membuat saya berpikir ulang, betapa kepada saya dia sangat perhatian. Dan itu, membuat saya malu dengan diri saya sendiri. Dia sangat peduli dengan potensi menulis saya, mengapa saya tak peduli dengan potensi saya sendiri. Jika sangat ingin kepenulisan saya berkembang, mengapa saya sungkan mengembangkan diri sendiri. Mengapa saya tidak kerja keras, membuat diri saya sendiri sukses, bukankah ini impian saya? Mengapa saya tidak memaksakan diri datang ke Jakarta, siapa tahu ini tonggak penting sejarah kepenulisan saya. (hehe, sebagai penulis edan)

Akhirnya setelah beberapa kali berpikir ulang, juga setelah tahu ada beberapa orang, yang akan menanggung biaya sejak pergi, mengikuti acara hingga pulang, dan setelah mendapatkan ijin keluarg, bulatlah niat berangkat. Ini ilmu penting, ini sejarah, ini pengalaman, dan ini sillaturrahmi.

Hanya saja masalahnya sekarang, saya tak tahu alamat persisnya. Jakarta Design Centre, itu berita yang saya terima, seperti diumumkan Asma Nadia dan Pak Isa. Tapi buat ke sana, saya tidak tahu harus lewat mana, naik apa dan turun di mana. Potensi sesat dan salah jalan sangat mungkin terjadi. Sekarang Sabtu pagi, jika acaranya Minggu, maka setelah memperhitungkan waktu perjalanan, ditambah waktu lama balik sana-sana sini  dalam kesesatan, berarti harus berangkat sejak sekarang.

Sebagai usaha mencari alamat, saya bukan Google Map, dan mencari rute terdekat ke JDC. Setelah membandingkan dari Terminal Kampung Rambutan dan Lebak Bulus, ternyata lebih cepat dari  Kampung Rambutan, namun ketika saya buka ruta dari Stasiun Gambir, ternyata dari sini lebih dekat. Nah, karenanya, ini kesimpulan akhir rencana saya. Berangkat ke sana, mungkin dengan kereta.

Pada salah satu komen sosial media saya menulis, agar hemat uang, saya berencana naik moto. Agar bensin irit, motor itu akan saya dorong. Ketika salah seorang teman Social Media komentar, dia katakan: "Itu namanya sayang uang, sayang motor, sayang bensin, tapi tidak sayang diri sendiri."

Oh iya ya. Saya baru nyadar!