Jika kita perhatikan, banyak sekali paradoks dalam hidup. Sesuatu yang akal kita mengerti, tapi tidak diterima oleh hati, sebaliknya banyak yang diterima hati, namun akal tak mau mengerti.
Seorang pria mengejar-ngejar wanita, namun wanita itu tidak tertarik padanya. Di sisi lain, si pria dikejar-kejar oleh seorang wanita, padahal wanita itu tidak menarik baginya.
Banyak kontradiksi dalam hidup, karenanya ijinkanlah saya naik mimbar, untuk meneriakkan beberapa petuah saya:
Dunia akan lari dari orang yang mengejarnya, namun sebaliknya dia akan mengejar orang yang lari darinya.
Ketika seseorang menyadari dirinya goblok, maka itulah awal perjalanannya menuju pintar, dan ketika seseorang menyadari dirinya pintar, itulah awal mula perjalanan dirinya menuju goblok.
Ketika seseorang lebih awas kepada keburukan-keburukan dirinya maka dia sedang berjalan menuju baik, dan ketika seseorang lebih awas kepada kebaikan-kebaikan dirinya maka dia sedang berjalan menuju buruk.
Penghargaan takkan diraih oleh orang-orang yang hanya berusaha mencarinya, penghargaan hanya akan diraih oleh orang-orang yang berusaha memberikannya.
Seorang yang ke sana kemari kerjanya hanya mencari penghargaan, maka saatnya pulang dia sudah menjadi orang tidak berharga. Namun seorang yang ke sana ke mari kerjanya memberi penghargaan, maka dialah yang akan pulang sebagai orang berharga.
Semua inspirasi itu saya dapatkan setelah membaca dan menulis perkataan Ibnu Athaillah:
"Asal seluruh kemaksiatan, kelalaian, dan syahwat adalah keridhaan seseorang kepada dirinya. Dan asal seluruh ketaatan, keterjagaan, dan iffah adalah ketidakridhaanmu terhadap dirimu. Engkau sebagai orang jahil tetapi tidak ridha terhadap diri Anda, itu lebih baik daripada engkau mejadi orang berilmu yang ridha terhadap dirinya. Karena ilmu apa yang tersisa pada seorang alim jika ia ridha kepada dirinya? Dan kejahilan yang mana yang tersisa bagi orang jahil ketika ia tidak ridha terhadap dirinya?"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar