Selasa, 11 Maret 2014

Istriku, Aku Tidak Mencintaimu

Dulu kunikahi kamu, bukan karena aku mencintaimu. 
Kunikahi kamu karena aturan Tuhanku, begitulah cara mendapatkan kehalalanmu

Awal pernikahan, 
Sempat jua kurasakan cinta, namun segera kubuang. 
Karena kemudian sadar, rasa cinta itu akan sangat menyusahkan. 
Dan menyenangkan, sebagaimana aku meyakini itu, akhirnya kamu mengakuinya juga

Bukan sekali dua kali kita bicara
Tentang pentingnya menghilangkan cinta diantara kita

Aku tidak mencintaimu, 
Apapun kulakukan padamu, kulakukan bukan sebab mencintaimu

Aku membersamaimu, lembut padamu, mempergaulimu dengan baik, memberikan nafkah semampuku, itu semua kulakukan, bukan karena aku mencintaimu, melainkan karena, memang itu sudah Alloh wajibkan kepadaku, dan hanya dari-Nya, aku bisa berharap mendapatkan balasan cinta. Sedang jika itu kulakukan karena mencintaimu, kamu akan melihatnya kecil, karena akupun tahu, yang kuberikan itu tidak sebarapa, sedang jika kulakukan atas nama cinta kepada Alloh, maka Alloh akan selalu memberi harga, kepada semua amalan, bagaimana pun kecilnya.

Istriku, takkan pernah kulupakan peristiwa hari libur itu.
Hari itu, aku tidak sengaja mencintaimu
Sungguh itu sebuah ketidaksengajaan
Sungguh itu sebuah kekhilafan
Begitulah, 

Karena aku mencintaimu, hari libur itu kubersihkan lemari. Membersihkan luar dalamnya, membeningkan kaca-kacanya, mengelurkan botol-botol dan toples, membawanya ke kamar mandi dan membasuh debu-debunya. Tak cukup sampai di sana, demi cerianya wajahmu saat pulang nanti, kubersihkan pula sudut-sudut rumah dan merapikannya, dan ketika itulah kutemukan sekeresek ubi jalar. Ubi itu besar-besar, bagus-bagus, yang pastinya akan sangat manis kalau dikukus. Dan kulakukan rencana itu, agar sepulangmu nanti, ubi itu bisa kita nikmati, bersama, sepenuh hati.

Dan kamu tahu sendiri apa yang terjadi?

Dari dalam rumah, kudengar kamu datang dengan teriakan: "Hadduhhhhh!! Ini kenapa ubi malah dikukus!! Tadinya mau aku goreng!"

Aku membersihkan lemari
Membersihkan toples-toples
Membeningkan kaca, membeningkan botol-botol
Membersihkan sudut-sudur rumah
Menyediakan ubi kukus buatmu
Tidak kamu lihat,
Semuanya,
Hilang dari matamu
Yang kamu lihat hanyalah ubi goreng, dalam angan-anganmu
Yang tidak bisa kamu wujudkan.


Tidak mengapa, tak masalah

Karena kejadian itu memperingatkanku pada kesalahanku,
Tidak sengaja mencintaimu.

Demikianlah
Jika rumah tangga ini kujalani dengan cinta padamu,
Selamanya takkan pernah kurasakan kenyamanan. Karena jiwa
Yang bersemayam di badan rapuhku, akan selalu terancam kekecewaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar