Kalau saat ini saya disuruh milih satu buku paling bergizi, maka pilihan saya akan jatuh kepada No Excuse! Sebuah buku laris. Dalam sebulan, terjual lebih dari 50.000 eksemplar.
Pertama, bukunya ada di hadapan saya. Kedua, penulis bukunya sudah banyak ngobrol dengan saya.
Dengan membaca judulnya saja, buku ini sudah terinspirasi. Menurut saya, ini salah satu iri sebuah buku berkualitas bagus. Buku "Sang Pemimpi", dengan membaca judulnya saja, maka orang sudah terinpirasi untuk membuat impian. Atau buku "La Tahzan", maka dengan membaca judulnya saja, orang sudah terilhami supaya jangan bersedih.
Itulah buku No Excuse. Dengan hanya membaca jilidnya, orang sudah mendapatkan sesuatu.
Dengan hanya membaca jilidnya, orang sudah mendapatkan jawaban dari pertanyaan, mengapa hidupnya selama ini selalu gagal, mengapa susah sekali untuk berhasil?
Excuse!
Alasan, itulah biang keroknya.
Maka solusinya, langsung buku ini berikan:
No Excuse!
Jangan beralasan!
Sebab, salah satu ciri orang gagal, dia mencari alasan untuk berhenti
Sedangkan orang berhasil, mereka berhenti mencari alasan
Satu keistimewaan emas dari buku ini adalah, kisah-kisah yang tersaji di dalamnya nyata. Ketika Anda menceritakannya kepada orang lain, Anda tidak akan sungkan, sebab kisah dalam buku ini kisah nyata. Jadi ketika membacanya, Anda membacanya dengan penuh kepercayaan. Terasa beda bukan, atara ketika membaca kisah-kisah nyata dengan kisah yang hanya sekedar kisah rekaan?
Bukannya merendahkan fiksi. Dalam konteks lain, fiksi bisa lebih unggul. Namun dalam motivasi, kisah nyata justru lebih unggul. Penyajian kisah nyata membuat orang lebih percaya. Dan begitulah karakter buku No Excuse! Pada setiap konsep yang ditawarkannya, buku ini memberikan banyak bukti nyata. Semisal ketika membantah orang gagal dengan alasan tidak berbakat. Penulis mencontohkan anak pemalu dan norak, tapi berkat kerja keras, dia sukses menjadi bintang Pop Legendaris Dunia. Dia Elvis Presley. Tak berhenti sampai di sana, makin parah Pak Isa terus mencontohkan anak suara jelek kaleng rombeng, si Tompi, tapi akhirnya sukses menjadi ikon Jazz tanah airnya.
Sama ketika membantah alasan lainnya. Alasan terlalu miskin dibantah kisah orang yang sukses dengan kondisi miskinnya. Alasan terlalu muda, penulis bantah dengan kisah kaum muda yang sukses. Dan alasan terlalu tua, juga sama.
Ini buku menarik dan fenomenal. Isinya padat, kaya, mengandung banyak kutipan mutiara berharga! Karena, penulis punya rencana mengembangannya menjadi beberapa bagian aja. Dalam sebuah wawancara santai saya dengan penulis, buku No Excuse ini rencananya, bakal menjadi sebuah buku induk. Dan setiap bab dari buku ini, akan penulis susun menjadi buku tersendiri.
Moga cepet beres!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar