Kamis, 13 Maret 2014

Buang Air dalam Kereta

Pemerintah jangan dihujat terus. Sesekali ucapkan terima kasih apa susahnya sih? Fasilitas kereta semakin dilengkapi. Penumpang tak harus kebelet. Ada 2 WC pada setiap gerbong.

Sempoyongan saya berjalan menuju kamar kecil, dan insiden pun terjadi..........

"Keluar! Ayo keluar! Keluar nggak? Heh, ayo keluar! Cepat! Keluar Kamu cepat!"

Susah nian kencing dalam kereta. Dalam ruangan sempit itu, badan saya terbanting-banting. Sedikit mau keluar, surut lagi. Guncangan terus menggodanya.

Sekian kali saya usir, baru air hangat itu mengalir. Sembari menikmati kelegaan, saya perhatikan klosetnya. Dari lubang itu, tampak di bawah papan berlarian. Ini kloset kereta pembuangannya kok langsung ke rel? Berarti kencing saya jatuh ke sana. Sepanjang jalan yang kencing bukan seorang dua orang. Tidak kebayang rel betapa pesingnya. Mending hanya kencing. Bagaimana yang lebih dari kencing?

Kasihan para pekerja perbaikan Rel! Pasti sering mendapai "donat". Kebanyakan pasti donat berantakan!

Tak jauh dari kampus saya, terkenal sebuah jembatan bernama Cirahong. Cirahong adalah jembatan penyebrangan bagi mobil dan motor. Di atas tempat menyeberang mobil dan motor itu, membentang rel kereta. Maka orang paling sial adalah pengendara motor yang lewat jembatan itu, dan secara kebetulan kereta lewat di atasnya. Dari bagian bawah kereta, suka jatuh tetesan-tetesan air. Kadang tetesan itu jatuh ke muka. Howekkkkkk!!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar