Hanya sebuah drama, akan tetapi
Saya kira akan sanggup mengalirkan air mata Anda
Seorang dililit hutang milyaran, rumahnya mau disita
Mobil dijabel, karyawan minta pensiun
Juga minta pesangon
Istrinya minta cerai, usaha sana-sini gagal
Minta pinjaman uang pada orang tua tidak diberi
Sambil menyusuri pinggiran jalan
Dia meratap putus asa
Percuma aku meneruskan hidup ini
Semua orang melecehkanku
Orang tuaku
Istriku yang seharusnya membangkitkan semangatku
Malah minta cerai, hanya karena takut terseret dalam sangkutan hutang-hutangku
Semua menyakitkan perasaanku
Kalau hidup sudah tidak berarti lagi, buat apa aku hidup
Akhiri saja! Dan segalanya akan selesai!
Dia datangi dulu orang tuanya
Memohon maafAtas segala khilafnya
Dalam remang
Tambang telah terikat pada kosen pintu
Dia naik ke atas kursi, tambang mulai dia jeratkan
Ke lehernya
Terdengar Adzan, teringat
Maka dia tunaikan dahulu shalat
Sebelum hidupnya dia akhiri, dia ingin bersujud
Salat berakhir
Terdengar taushiyah dari mesjid
Untairan-untaian nasihat dari corong mesjid:
"Ketika kita punya kesulitan, kalau kita hanya bertanya kepada otak kita, bertanya kepada kemampuan kita, akhirnya kita lebih sering menjadi orang-orang yang berputus asa. Cobalah kita kembali kepada Alloh, kita libatkan Alloh, dengan kekuatan do'a, kekuatan ibadah--Shalat diantaranya, bersedekah diantaranya, dan melakukan pertaubatan, insya Alloh, seluruh masalah kita akan menjadi mudah. Karena kalau Alloh sudah memudahkan, memang itulah yang akan terjadi: Kemudahan."
Dia pun menyedekahkan semua barang di dalam rumahnya
Dan luar biasa, seorang temannya dari luar pulau, mendatangi rumahnya
Dan mempercayakan sebuah bisnis kepadanya, karena temannya ini merasa, tidak ada orang yang bisa dia percayai selain dia.
Rumah tak jadi disita, hutang terlunasi, dan istri kembali!
Uraian di atas saya ambil dari fragmen singkat ini:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar