Kemusyrikan, selama ini orang mengira hanya menyembah roh, menyimpan sesajen di tempat angker, supaya dimakan para dedemit. Selama ini orang mengira, musyrik itu hanya menyembah batu. Musyrik tidak sekedar itu. Ujub mengagumi diri sendiri, bisa menjerumuskan seseorang kepara kemusyrikan.
Kenapa ujub masuk kemusyrikan?
Karena ketika seseorang ujub terhadap dirinya, meskipun dalam bagian yang kecil, maka ia akan melihat hal itu dengan pandangan kagum. Ia akan meyakini dan mengandalkannya dalam meraih manfaat baginya dari perkara tersebut. Ini adalah salah satu macam syirik yang berbahaya.
Dr. Muhammad Said Al-Buthi menegaskan makna ini. Ia berkata, "Syirik tidak terbatas pada makna luar yang tidak mendalam, yang tercerminkan dalam menyembah berhala dan yang selain Alloh, atau tercerminkan dalam tindakan salah seorang dari kita yang meminta kepada selain Alloh. Tetap, ia mempunyai makna tersembunyi yang menyelusup karena ketersembunyiannya ke dalam hati dan jiwa kaum muslimin tanpa diketahui dan dirasakan. Itulah sumber bahayanya. Karena setiap kita melakukan amal shaleh, ibadah, atau sesuatu semacam jihad, niscaya syirik yang tersembunyi (terselubung) itu menghancurkan pahalanya dan menghilangkan nilainya, serta mengubahnya dari ketaatan yang diterima menjadi kemaksiatan dan syirik. Alloh berfirman,
"Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada kepada Alloh, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Alloh (dengan sembahan-sembahan lain)." (Yusuf: 106)
Syirik yang tersembunyi ini adalah ketika seseorang melihat dirinya sebagai sumber kekuatan ketika ia berjalan dan bergerak, sumber pengetahuan dan pemahaman jika ia mengetahui sesuatu atau belajar, sumber kepemilikan dan kekayaan jika ia kenyang dan merasakan kenikmatan atau sumber kemenangan dan kegagahan ketika ia mampu melakukan sesuatu atau menguasainya.
Semua itu adalah ilusi semata yang bertentangan dengan hakikat yang darinya manusia itu tersusun. Oleh karena itu, ia bertentangan dengan tauhid, juga bertentangan dengan orang yang mengklaim bahwa ia adalah seorang yang bertauhid, jika ia mempunyai ilusi semacam itu."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar