Selasa, 04 Maret 2014

Tidak Ada Gunanya Kita Beragama

Jika keberagamaan tidak membuat kita semakin mudah menjalani hidup, tidak ada artinya kita beragama.

Islam ini Alloh turunkan, supaya kehidupan kita semakin mudah. Kita adalah manusia-manusia akhirat, dan melata di tengah dunia untuk mempersiapkan kehidupan baka di sana. Dan segala keperluan untuk menjalani kehidupan ini telah disediakan oleh Alloh, tinggal kita menjalani hidup sebagai manusia akhirat, maka apapun yang kita butuhkan, sudah Alloh jaminkan, dengan catatan, kita jalani hidup ini sepenuhnya untuk beribadah kepada-Nya.

"Dan tidaklah Kami ciptakan jin dan manusia melainkan supaya beribadah kepada-Ku. Tidaklah kami bermaksud mendapatlan rezeki dari merekan dan tidak pula supaya mereka memberi makan kepada-Ku. Sesungguhnya Alloh, dialah Yang Maha Memberi rizki, Yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh."

Ayat ini Alloh sampaikan, supaya kita mudah menjalani hidup. Lewat ayat ini diberitahukan-Nya, bahwa kita manusia, tugasnya ringan saja, mengabdi kepada-Nya, mentaatinya, dan meninggalkan hal yang dilarang-Nya. Hal-hal selain itu tidak perlu dianggap susah.

Selama ini orang menganggap mencari uang adalah segala-galanya. Hingga dia melupakan ibadah, hingga seorang ahli mencari uang dari negeri barat berkata: "Waktu adalah uang." Saking totalitasnya dia hidup buat mencari uang. Menurut ayat ini bukan. Kita lahir ke tengah alam dunia, bukan untuk menjadi pencari uang, melainkan, untuk mengabdi kepada-Nya......

Masalah mencari uang, sudah Alloh permudah. Sudah Alloh beritahukan caranya?

Memang bagaimana caranya? Tanya Anda.

Nanti saya sebutkan di akhir.

Dalam kitab legendarisnya, Ibnu Athaillah merangkai kata hikmah: Bersungguh-sungguhmu pada apa yang sudah dijamin bagimu, dan lalaimu pada apa yang seharusnya dicari olehmu, adalah tandan kamu sudah tertipu. 

Ungkapan persisnya tidak begitu, hanya saja intinya tidak jauh dari itu. Mohon maaf, jika ingin membaca kata-kata persisnya, bukan saja sendiri kitab Hikam. Namun makna dari ungkapan itu saya kira, salah satu tanda bahwa kita sudah tertipu adalah, terlalu serius dengan apa yang sudah menjadi jaminan Alloh dan lalai terhadap sesuatu yang menjadi perintah Alloh.

Apa yang sudah menjadi jaminan Alloh?

Harta kekayaan dunia.

Apa yang menjadi tuntutan Alloh?

Mengabdi kepada-Nya. Kepada hal inilah mestinya kita menyeriuskan diri.
 
Tentang cara mencari uang, sudah Alloh permudah, yaitu, dengan cara memberikannya kepada anak yatim dan orang-orang miskin.

Lho kok, memangnya bisa mencari uang dengan cara itu?

Saya hanya akan menjawabnya DI SINI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar