Postingan Populer

Selasa, 18 Februari 2014

Macam-Macam Majas: Majas Perbandingan.

1. Majas Alegori

Yaitu majas yang menyatakan dengan cara lain melalui kiasan atau penggambaran. Bedanya dengan majas perumpamaan adalah, jika majas perumpamaan mengungkapkan satu kalimat, maka alegori menautkannya dengan kalimat lain. Karena itu biasanya, alegori bisa mencapai beberapa kalimat, bahkan satu paragraf, bahkan bisa mencapai satu buah cerita secara utuh.

Contoh alegori:

Kehidupan seorang manusia yang indah itu seperti sungai. Memulai perjalanannya hanya dari aliran kecil, namun seiring pengembaraannya yang semakin jauh, tepiannya semakin melebar, semakin jauh, dia semakin luas. Perjalanan yang harus dia lalui penuh bahaya, akan tetapi sungai menghadapinya dengan berani, tetap maju tidak terhenti, meski harus menghadapi jurang, meski harus melewati suasana hutan gelap, sunyi mencekam. Perhatikanlah daratan manapun yang sungai lalui, selalu diberinya kesuburan. Pemandangan hijau akan tumbuh pada setiap tempat yang dilewatinya. Sungai memberikan kesuburan. Lalu bagaimana ketika dia menghadapi rintangan seperti bendungan. Ya benar, bendungan menghentikan perjalanannya, akan tetapi, itu membuat dirinya menjadi lebih luas.

2. Majas Alusio

Yaitu pemakaian ungkapan yang tidak diselesaikan, karena sudah dikenal. Misalnya, ada satu ungkapan yang sudah dikenal berbunyi, semut di seberang lautan jelas kelihatan, gajah di pelupuk mata tidak kelihatan. Nah, jika seseorang menggunakan peribahasa itu dalam obrolan, untuk menghindari penghamburan kata, maka dia akan memakai kata itu sepotongnya saja. Supaya jelas, saya ingin memcontohkannya langsung dalam sebuah obrolan:

"Saya heran dengan diri saya sendiri, mengapa kesalahan orang lain mudah sekali saya lihat, sedangkan kesalahan saya sendiri, susah saya temukan!"
"Nah, itu namanya, semut di seberang lautan jelas kelihatan!"

Dengan hanya menyebutkan ungkapan itu sepotong saja, maka orang sudah mengerti arahnya ke mana. Itulah yang disebut majas alusio.


3. Majas Simile

Adalah majas perumpamaan. Pemakaiannya dengan menggunakan kata sambung seperti, bagaikan, laksana, bak, seumpama, dan sebagainya.....

Majas seperti inilah yang banyak digunakan orang. Majas perumpamaan, bisa membuat sebuah kalimat menjadi indah, menjadi lucu, menjadi menyebalkan, dan bisa menjadi bagaimana pun sesuka orang yang nulis.

4. Majas Metafora

Metafora adalah membandingkan secara langsung, karena mempunyai sifat yang sama atau hampir sama. Bedanya dengan majas perumpamaan adalah, jika majas perumpamaan memakai kata sambung "Seperti", "Bagaikan" dan "Laksana", sedangkan majas metafora tidak menggunakan kata sambung.

Contoh: Kaki kudanya membawa dia sampai paling pertama ke garis finis.

5. Majas Entropomorfisme

Yaitu metafora yang menggunakan kata atau bentuk lain yang berhubungan dengan manusia untuk hal yang bukan manusia.Secara bahasa, berasal dari bahasa Yunani yaitu Antropos(manusia) dan Morphe(bentuk). 

Semula, saya mengandalkan Wikipedia untuk mempelajari majas ini, tapi ternyata tidak cukup. Majas Entropomorfisme tidak diberikan contohnya. Maka saya lari mencari blog yang mencantumkan ini, dan  saya temukan, namun di sini pun, saya tidak menemukan contoh jelasnya. Namun saya mendapatkan gambaran, bahwa majas ini berupa pemakaian karakteristik manusia, semata-mata ditujukan untuk memperkenalkan sesuatu yang asing yang tidak terjangkau. Majas ini banyak digunakan dalam kitab suci untuk memperkenalkan Pencipta  manusia, supaya lebih mudah dipahami, maka digunakanlah kata-kata seperti yang digunakan untuk manusia. Misalnya tangan.

6. Majas Sinestesia

Yaitu majas yang berupa suatu ungkapan rasa dari suatu indra, yang diungkapkan lewat ungkapan rasa indra lainnya. Misalnya: Kata-katamu begitu pedas. Kamu membawaku pada kehidupan yang pahit. Senyum kamu manis sekali. Wajahmu asem sekali. Tulisanmu membuat telingaku berdenging. Suaramu cantik. Kisah hidupku merah semua. Nilaiku merah semua. Majas seperti ini sering kita pakai, akan tetapi kebanyakan kita tidak tahu namanya. Setelayh tahu ternyata ini namanya majas Sinestesia, saya harap Anda bisa mengembangkannya. Ini akan sangat berguna buat pengembangan kepenulisan Anda. 

7. Antonomasia

Yaitu majas yang berupa penyebutan terhadap seseorang berdasarkan ciri khusus yang dimilikinya. Istilah lainnya adalah julukan. Penggunaan majas ini agak membahayakan, jika yang dijadikan sebutan itu kata negatif. Namun bisa mengangkat nama seseorang jika yang dijadikan julukan itu nama yang baik. Misalnya, si ganteng, si pintar, atau si pipi lembut. Sayangnya, kebanyakan orang membuat julukan dengan sifat tidak baik, padahal itu, bisa menjatuhkan mental dan rasa percaya diri orang.

8. Hiperbola

Yaitu majas yang berupa pengungkapan melebih-lebihkan kenyataan. Tadi siang saya menulis, tentang seorang beberapa larangan ketika memaksa anak menggosok gigi. Pada larangan kedua saya menulis, jangan menggunakan obat bius untuk membuat anak diam, apalagi suntik mati, HANYA ORANG TUA SINTING TINGKAT LANGIT 7 YANG MELAKUKAN ITU. Dalam pernyataan huruf kavital itu mengandung pernyataan yang dilebih-lebihkan. Itu namanya hiperbola. Dan kalimat yang mengandung majas hiperbola disebut kalimat hiperbolis.

9. Personifikasi

Menggunakan ungkapan prilaku manusia untuk yang bukan manusia.

Contoh: Mobil itu merana tak terurus, setiap hari, terus menunggu pemiliknya pulang. Merana dan menunggu itu biasanya dilakukan oleh manusia, namun untuk menambah efek keindahan, maka digunakanlah kata itu kepada benda. Personifikasi sering disebut juga pemanusiaan benda. Saya senang menggunakan personifikasi untuk menuliskan percakapan saya dengan benda-benda. Dengan moush misalnya, atau dengan WC, atau dengan apa saja, biasanya itu menjadi cerita yang menarik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar