Jumat, 28 Februari 2014

Gue Cume Kebo Pengekor

Mending kalau gue orang Betawi, pantes aja goe ngomong pake kata "gue". Gue orang bukan orang Jakarte, gue bukan orang Bekase, bukan orang Cinere, bukan orang Kemange, bukan orang Tanahabange, bukan oreng Depoke, Gue orang Sunde, norak banget gue ngomong pake kata "gue". Pake "saya" atau "aku" gak bisa ape?

Gue juga nggak tahu sama diri gue sendiri. Atau gue sudah minder pake Bahasa Indonesia yang bener? Mungkin ini salah satu ciri sudah mindernya gue dengan bangsa gue sendiri. Bisa juga karena gue ngikut-ngikut penulis yang gue kagumi. Ya, sepertinya begitu gue kagum, sama orang yang bukunya best seller dengan banyak ngomong gue, trus gue ikutin deh die, biar aku orang Sunde, gue pake aja gaya dia, pake kata "gue", kali aje tulisan gue juga laku kayak tulisan die.

Pernah salah satu tulisan gue, gue bagiin ke temen-temen, gue tawar-tawarin tulisan gue biar mereka bace. Trus gue tanya, gimane menurut lo pade. Eh, doski-doski jawab, sori aje ye, lo kan orang Sunde, kenapa lo ngomong pake kata "gue". Gue jawab, ya pengen aje, biar gue terkenal kayak penulis pavorit gue, gimana menurut lo. Mereka jawab, gue pengen muntah baca tulisan lo!

Tapi sampe hari ini, terus aje gue ngomong pake bahasa gue. Dasar gue anak kebo pengekor, bisanye cume mengekor. Parah minder gue! Dasar gue sinting!

Lo pade kalo mau ledek gue ledek aje. Orang gue gak punya jati diri. Ketawain gue jangan tanggung-tanggung. Lo ketawain gue sampe lo guling-guling itu kurang. Ketawain aje gue sambil lo guling-guling di jalan raya. Ketabrak, ketabrak lo sekalian. Biar mampus lo puas ngetawain gue. Emang gue norak bener ngomong pake kata-kata "gue".

Calgary Weather

Forget a lion or lamb. March is coming in like a polar bear in southern Saskatchewan.

"In my lifetime,  I've never seen wind chill values like this" Says Weather Network meteorologist Brett  Soderholm. In the city of Regina temperaturs will plunge to-41derajat celcius Friday Night.

Axtreme wind chils this evening and overnight into saturday.

This is that a warning that extreme wind chill conditions are imminent or occurring in these regions. Monitor weather conditions listen for updated statements.

A very cold Arctic airmass and moderate winds will give extreme wind chill values below minus 40 this evening And overnighat into saturday. Conditions will improve saturday afternoon as temperatures moderate.

At these extreme wind chill values frostbite on exposed skin may occur in less than 10 minutes.

Arctic high pressure building into saskatchewan will bring another surgeof bitterly cold arctic air today into tonight across southern saskatchewan," said Environment Canada in the statement Friday morning.

Download Gratis Terjemah Kitab Ta'limul Mutaalim



DOWNLOAD DI SINI

Panggung Indonesian Idol Kembali Menyepak Peserta

Yang kena sepak kali ini Ryan De Angga. Penyanyi asal Cirebon ini tereliminasi pada babak Spektakuler 2. Dia dinilai kurang bisa membawakan lagu "Kenangan Terindah" milik Samson. Sejak awal, para juri sudah berat meduga, Ryan bakal tereliminasi, dan sekarang nyata. Musnah sudah harapan Ryan memenuhi keinginan almarhum ayahnya.

Saya membaca berita ini pagi dari Tribun News, berdasarkan berita yang paling rame menurut Google Trend.  Tribun menyebut penyanyi ini mirip penyanyi Kpop, padahal pas awal lihat, saya melihatnya seperti Hery Potter. Yang membuat saya menarik itu tadi, dia ingin menjadi penyanyi demi memenuhi keinginan almarhum ayahnya. Memang apa yang mau dia berikan kepada ayahnya meninggal?

Memangnya, kalau dia sukses jadi penyanyi, ayahnya akan bahagia dia alam kuburnya?

Haha, maaf!

Syahrini Terus Menjadi Sorotan Media

Syahrini terus menjadi sorotan media. Beberapa hari lewat, Syahrini berencana belanja ke paris, dan sekarang poto hasil belanjaannya sudah dia unggah ke instagram. Kesan mewah pun semakin melekat padanya. Tampak pada fotonya Syahrini sedang bermesraan dengan tumbukan belanjaan. Tas belanjaan yang sangat banyak, juga tas kulit yang pastinya mahal.

Selain foto-fotonya bersama barang belanjaan, wanita 33 tahun ini pun memamerkan foto-fotonya di beberapa tempat di Paris, juga bersama artis terkenal di sana, seperti Anggun C. Sasmi dan Tex Saverio.

Bagi media dan publik, ini menjadi pertanyaan tersendiri. Benarkah uang sebanyak itu dia peroleh dari profesinya. Sejauh ini media masih menyampaikan fakta. Karena memang itu tugas media, memberitakan apa adanya. Namun, mengingat sebelumnya, berbagai media telah memberitakan dugaan Syahrini menerima aliran dana dari Wawan, pemberitaan ini seakan, sedang mencoba menyelidiki dugaan tadi. Namun sejauh ini, sanggahan Syarini masih meyakinkan. Dia tidak menutup diri dan rela diperiksa.

Syahrini mengaku dia tidak mengenal Wawan, dan hanya mengenal Ratu Atut, dalam sebuah acara, Syahrini mendapat undangan untuk mengisi hiburan.

Bad News is Good News

Saya yakin, setiap penulis, jujur atau tidak, sebenarnya dia menulis karena ingin tulisannya dibaca. Banyak orang jungkir balik mendapatkan pembaca, dengan mencetaknya, dengan menawar-nawarkannya, bahkan mungkin kalau bisa, dia rela membayar orang agar mau membaca tulisannya. Karena itulah menurut saya, seorang penulis harus tahu, bagaimana caranya membangun daya tarik. Jika tulisan Anda tidak punya daya tarik, menyuruh orang membaca tulisan Anda sama dengan menyiksanya. Itu sama artinya dengan, memaksa orang makan rumput, padahal orang tu sukanya nasi.

Dalam dunia jurnalistirk dikenal Bad News is Good News, berita brengsek adalah berita bagus. Karena semakin brengsek sebuah berita, semakin mudah menarik pembaca. Semakin kontroversial sebuah tulisan, semakin penasaran orang membacanya. Bagi kita orang beragama, tentu saja menggunakan prinsip "Bad News is Good News" ini dalam batas-batas.

Akan tetapi dalam masalah ini, sering muncul bocah ingusan tolol kelas kuda nil--dirinya sendiri tidak becus menarik pembaca, kepada orang lain, yang tulisannya menarik malah meneror. Menyebut menyesatkanlah, menyebut tidak punya otaklah. Sebenanya kalau dia rendah hati, mau belajar, dan mau mengambil kebaikan sekalipun dari keburukan, dia akan mendapatkan sesuatu dari tulisan buruk itu. Hanya sayang seribu kali sayang, bukannya mengedepankan semangat belajar, yang ada malah mengedepankan semangat pamer ilmu, demonstrasi logika, khotbah, dan sikap so tahu. Jadinya, ya dia tidak mendapatkan kebaikan apapun.

Karenanya orang semacam ini, ketika akhirnya dia sendiri membuat tulisan, dia kebingungan. Ingin sebenarnya dia membuat tulisan penuh daya tarik, ingin mencoba menulis dengan judul yang menampar pembaca, hanya saja, karena telah keburu menjelek-jelekkan orang, dia malu untuk beraksi, akhirnya dia membuat tulisan biasa-biasa aja, dengan nafas ngos-ngosan, dengan kepala membesar menjadi sebesar mejikom karena saking penuhnya dengan kebingungan.

Dan lahirlah tulisannya, yang hambar, tanpa manis, tanpa asin, tanpa pedas. Kata-katanya menumpuk tak karuan, seperti tembok runtuh di kebun tak terurus, kemudian bocah kepala buduk ini jongkok di atasnya, menunggu orang singgah membaca, sampai beku, jadi batu, jadi cadas, lapuk, namun jangankan pembaca, laler aja tak mau hinggap. Hatinya teriak-teriak menginginkan pembaca, namun apa daya malu menghalang. Malu dengan dirinya sendiri tadi, tadi terlalu keras kepada orang.

Download Gratis Buku Ada Apa Setelah Kematian

DOWNLOAD DI SINI

Download Gratis Kitab Al-Bidayah Wan-Nihayah



DOWNLOAD DI SINI

Agar Pengunjung Blog Lebih Mudah Memberi Koementar

Cara mengatur komen agar memudahkan pengunjung yang ingin memberi komen. Silahkan, masuki dasboard blogger, klik

Klik Pos dan Komentar



Pada bagian siapa yang dapat memberikan komentar, klik "Semua Orang" supaya semua orang bisa memberi komentar. Pada bagian moderasi komentar, klik "Tidak Pernah" agar  komentar langsung muncul tanpa menunggu ijin Anda. Pada bagian Verivikasi kata klik "tidak", dan pada tautan balik, klok sembunyikan.

:

Klik Simpan Setelan:


Kalau sudah. Selamat, sekarang orang bisa lebih mudah ketika memberi komentar

Cara Mengatur Kolom Komen Blog

Komentar blog, jangan dikira
Manfaatnya banyak
Jika orang banyak komen di sana,  itu bisa meramaikan blog
Jika blog ramai, maka rangking Alexa bisa semakin bagus

Namun pengunjung
Biasanya malas berkomentar
Apalagi jika kolom komen itu ribet dan menyusahkan

Ciri kolom komen ribet dan menyusahkan adalah
Antara lain yang mensyarakatkan masuk dulu anggota
Atau, setiap komentator harus mencantumkan captca, yaitu huruf rumit
Yang harus selalu dimasukkan, setiap kali mau memberikan komen

Itu sangat menyusahkan
Karenanya, sangat bagus,
Jika Anda melakukan pengaturan, terhadap kolom komen
Agar pengunjung, lebih mudah memberikan komen

Ikuti langkah-langkahnya DI SINI

Cara Saya Menghanguskan Pengkhotbah Dungu


Atas nama kebenaran,
Banyak orang berkata kasar
Menghakimi penuh kesombongan
Menginjak-injak sambil melecehkan, maka dia
Menurut saya, hanyalah seorang pengkhotbah dungu

Saya kira,
Melakukan kekasaran atas nama kebenaran
Hanya cara lain, melecehkan kebenaran itu sendiri

Dan yang paling suka melecehkan orang semacam itu
Adalah saya sendiri
Sungguh saya sangat suka
Mengolok-olok dia dengan menyanjungnya
Secara berlebihan, dengan menyebut dia paling cerdas, paling benar
Hingga dia sadar, sanjungan itu kedodoran

Sungguh asyik, karena saat itu saya
Sedang memberinya jubah berkilauan, terbuat dari plastik
Jubah besar yang membuatnya kedodoran, yang dengan memberi jubah itu,
Saya pura-pura seakan
Memberikan penghargaan kepadanya,
Lalu, bagai kepada seorang raja, saya menaburinya hujan bunga,
Padahal yang saya taburkan itu bensin,
Supaya kemudian dengan leluasa, saya bakar dia bersama jubahnya

Musuh Terbesar Saya Sebagai Penulis

Malu juga mengaku diri seorang penulis
Jika ukurannya buku yang diterbitkan. Tapi jika ukurannya
Adalah suka menulis sekedar suka, baru saya berani

Sebagai penulis,
Sekarang saya punya musuh besar

Musuh terbesar saya sebagai seorang penulis
Bukanlah orang yang mendebat saya, karena justru saya suka
Menjadikan mereka bahan hiburan
Dengan mengolok-olok mereka

Bukan orang yang menentang pikiran saya karena
Dari mereka, seringkali saya mendapatkan ide berharga

Bukan juga nafsu
Karena justru daya tarik tulisan lebih mantaf
Jika di dalamnya mengandung nafsu

Akan tetapi
Musuh terbesar saya sebagai seorang penulis adalah
Makanan,
Ketika saya lapar, kemudian makan
Badan jadi lesu, ngantuk,
Lalu tumbang

Zzzssshh..... zzssh.....


Buku Agama

Download Gratis Kitab Fathul Bari
Download Gratis E-Book Dahulukan Aklaq di Atas Fiqih

DOWNLOAD GRATIS KITAB FATHUL BARI 6



DOWNLOAD DI SINI

E-Book ini hanya bisa dibuka dengan Program Djavu

DOWNLOAD GRATIS KITAB FATHUL BARI 5



DOWNLOAD DI SINI

E-Book ini hanya bisa dibuka dengan Program Djavu

DOWNLOAD GRATIS KITAB FATHUL BARI 4



DOWNLOAD DI SINI

E-Book ini hanya bisa dibuka dengan Program Djavu

DOWNLOAD GRATIS KITAB FATHUL BARI 3


DOWNLOAD DI SINI

Download juga jilid lainnya:


DOWNLOAD GRATIS KITAB FATHUL BARI 2



DOWNLOAD DI SINI


Download juga jilid lainnya:

 

Download Gratis Kitab Fathul Bari


Baiklah kalau Anda tidak suka karya-karya Jalaluddin Rahmat, mungkin buku yang satu ini bisa membuat Anda tertarik, dan saya kira, takkan seorang pun dari Anda warga sini yang mempermasalahkannya. Buku ini supwer tuebal, dan Anda, saya kira, takkan selesai membacanya dalam jangka satu tahun, apalagi, saya tahu sendiri, bagaimana mental membaca Anda!
Demi menambah cinta Anda kepada kitab yang satu ini, baiklah saya ceritakan sedikit tentang penulisnya. Ibnu Hajar besar sebagai penuntut ilmu. Hidupnya prihatin sebagai yatim piatu. Ayah dan ibunya meninggal dunia saat beliau masih kecil. Kemudian besar dalam pengasuhan abangnya, Az-Zaki Al-Karubi.  Pada usia 5 tahun, Ibnu Hajar masuk ke Al-Maktab, untuk menghafal Al-Qur'an, di sana terdapat seorang guru yang bernama Shamsuddin bin Al-Allaf yang saat itu menjadi Gubernur Mesir. dan juga Shamsuddin Al-Thrusy. Akan tetapi, Ibnu Hajar tidak dapat menghafal Al-Qur'an, sehingga kemudian beliau berpindah guru kepada Ahli Fiqih, seorang guru yang shaleh bernama Shadruddin Muhammad Al-Muqri. Kepada beliau inilah beliau menamatkan hafalan Al-Qur'annya. Usia beliau waktu itu 9 tahun, dan pada usia 12 tahun beliau dilantik sebagai imam tarowih di Mesjidil Haram pada tahun 785 Hijrah.

Ibnu Hajar kemudian pergi ke Mesir untuk menuntut ilmu, dan belajar sungguh-sungguh di kota ini, sehingga beliau mampu menghafal beberapa kitab induk seperti Al-Umdah Al-Ahkam karya Abdul Ghani Al-Maqdisi, Al-Alfiyah Fi Ulum Al-Hadits karya guru beliau Al-Hafidz Al-Iraqi, Mulhatu Al-I'rab, serta yang lainnya...

Entah benar atau rekayasa, ada kisah menyebutkan, nama Ibnu Hajar ini dia peroleh karena tafakurnya atas sebuah batu. Batu tersebut menjadi berlubang, hanya karena tetasan air, dan itu sangat menginspirasinya untuk kerja keras menuntut ilmu. Ceritanya Ibnu Hajar ini sudah menyerah. Di tempat belajarnya susah mengerti. Pelajaran didengarkannya tapi hanya masuk telinga. Tidak sampai ke dalam pikiran. Ibnu Gajar putus asa, pulang, namun di perjalanan melihat tetesan air menimpa batu, dan batu itu menjadi berlubang. Ibnu Hajar berpikir: "Air itu begitu lemah, namun karena ketekunannya, terus-menerus menetes, dia sanggup melobangi batu, maka pasti apalagi aku, kalau aku tekun, terus menerus belajar, pasti akan bisa juga aku."

Mulanya beliau mencintai kitab-kitab sejarah, serta menghafal nama-nama perawi. Setelah itu beliau mengkaji bidang sastera Arab dari tahun 792 serta menjadi pakar dalam syair. Namun akhirnya beliau jatuh cinta kepada kajian hadits. Kitab  hadis legendaris karya Imam Bukhari dia baca, dia nikmati, dan dia resapkan ke dalam jiwanya, kemudian dia syarahi hinggal jadilah kitab super tebal ini: Fathul Bari.

Pembaca, apa yang ada di hadapan Anda ini bukan kitab sembarangan, melainkan harta karun mahal dari khazanah lama. Anda sedang mennghadapi hidangan kenabian, dan karena itu, sudah semestinya merendahkan hati, untuk menerima pengetahuan berharga yang ada di dalamnya. Siapa yang berminat, bisa langsung mendownload gratisnya di sini:

DOWNLOAD GRATIS KITAB FATHUL BARI 1
DOWNLOAD GRATIS KITAB FATHUL BARI 2
DOWNLOAD GRATIS KITAB FATHUL BARI 3
DOWNLOAD GRATIS KITAB FATHUL BARI 4
DOWNLOAD GRATIS KITAB FATHUL BARI 5
DOWNLOAD GRATIS KITAB FATHUL BARI 6

DOWNLOAD GRATIS KITAB FATHUL BARI 1




DOWNLOAD DI SINI

Download juga jilid lainnya:

Kamis, 27 Februari 2014

Untuk Para Pencinta Kebenaran

Duhai orang-orang yang hatinya indah
Pencinta kebenaran, namun terkadang memaki-maki
Jika memang yang kau inginkan itu tulisan yang baik, silahkan

Tanggapilah karya saudaraku dengan antusias
Sebesar antusiasmu memberikan komentar pada tulisan sesatku

Kau komenlah mereka,
Baca mereka, beri pesan mereka
Kritik mereka, bangun kreativitas mereka

Dengan cara itu, tulisan mereka akan terangkat
Dengan cara itu, mereka merasa, tulisan mereka dibaca
Dengan cara itu, karya mereka eksis

Aku orang tua bersifat kekanak-kanakan memang benar
Aku haus perhatian memang benar
Aku suka dengan pujian memang iya
Aku suka, jika pendapatku dibenarkan orang
Dan sifat itu kukira, tidak jauh berbeda dengan kamu
Dan, tidak jauh berbeda dengan semua orang disini, jadi perhatikanlah mereka

Sebagai orang tua
Yang usianya semakin tua
Kupesankan kepada kalian, oh orang-orang lucu
Jika memang yang kalian inginkan kebaikan, curahkanlah perhatianmu......
Kepada kebaikan,
Komenlah tulisan yang penuh kebaikan,
Dari tulisan temanku

Komentarmu kepada tulisanku yang buruk
Itu konyol, sama saja dengan kamu berusaha, supaya
Yang eksis itu yang buruk...............

Dana, Paris Hiton, dan Jupe

Paris Hilton: "Dana, bagaimana sih kamu. Tidak konsisten. Katanya tidak mau berdebat lagi."
Dana: "Tunggu, Anda siapa ya?"
Hilton: "Saya Paris Hilton."
Dana: "Oh, iya bagaimana Ton? Oh, emh maksudmu?"
Hilton: "Itu, kamu posting tulisan kontroversial."
Dana: "Iya, memangnya kenapa?"
H: "Itu mengundang perdebatan, dan membuat orang menjadi gerah."
D: "Oh, itu kan tergantung orangnya. Lagi pula, di sana saya tidak mendebat kok. Malahan, saya rendah hati, tidak berusaha membenarkan diri, bahkan sebaliknya, saya menyanjung dan memuji orang yang menasihati saya."
H: "Halah, rendah hati apaan. Rendah hati apel busuk lo!"
D: "Hehe, kok Hilton ngomong gitu?"
H: "Ngaku ada Dana, kamu rendah hati buat melecehkan bukan?"
D: "Melecehkan bagaimana?"

Tiba-tiba muncul Jupe: "Nah, ini dia orangnya. Dana, kamu kalu nulis mikir dulu. Orang salah tafsir bisa berabe lo!"
D: "Kamu juga Jupe, kalau nyanyi mikir dulu. Kalau orang salah tafsir bisa berabe Lo!"
J: "Emang gue nyanyi apaan?"
D: "Belah Duren! Itu lagu mengandung fornografi!"
J: "Fornografi apanya. Lo gak tahu duren?"
D: "Iya tahu, duren itu buah, tapi di lagu kamu, makna duren bukan lagi buah."
J: "Mana buktinya?"
D: "Dari susunan katanya."
J: "Coba sebutin!"
D: "Makan duren di malam hari, paling enak dengan kekasih, dibelah Bang dibelah. Enak Bang, silahkan dibelah! Jujur coba kamu artikan Jupe!!!!"
J: "Ya iya begitu. Makan duren di malam hari, ya memakan durian pada waktu malam. Dengan kekasih, ya kan habis belinya berdua."
D: "Terus itu dibelah apa maksud Lo?"
J: "Ya elah, Dana...Dana.......ya kalau mau makan duren dibelah dulu.....gimana sih Lo.....Emang lo kalo makan duren langsung dicapluk kayak makan tahu? Wuakakak, gak kebayang! Parah Lo!"
D: (Emosi)"Diam Kamu Jupe! Nggak usah ketawa! Gak lucu! Trus di lagu kamu ada kata "jangan lupa mengunci pintu, nanti ada orang yang tahu" itu artinya apaan?"
J: "Dana, kamu punya otak nggak sih!"
D: (Nada suaranya main naik)"Huahhh, jangan banyak omong! Yang Serius!"
J: "Iya, aku juga serius. Pake otak lo Dan. Masa segitu aja nggak ngerti. Lha iya, biar kenyang, gak ada orang nimbrung, ya pintunya kunci! Biar gak ada orang yang minta!"
D: "Oh begitu ya Pe?"
J: "Iya, gimana lagi?"
D: "Tapi menurutku, tetap itu fornografi. Orang yang denger lagu kamu, pasti asosiasi otaknya ke yang jorok!"
J: "Wuakakak, itu otak Lo aja yang jorok!"
D: "Nah, begitu juga tulisanku Pe. Tadi kamu ngomongin tulisanku. Bisa membuat orang salah tafsir! Ya, tergantung orangnya Pe! Yang ngambil jeleknya, ya dia aja mikirnya jelek!"
J: "Eh Dan, BTW, itu kamu nulis panggilanku, jangan Pe, tapi Ve!"
D: "Udah ah Ve, mau Jumatan!"

Warga KBM Ini Tolol dan Bodoh

KBM, singkatan dari Komunitas Bisa Menulis. Salah satu grup hangat dan cukup ramai di facebook. Warga KBM ini banyak yang tolol dan bodoh, tidak bisa membedakan mana yang benar mana yang salah, mana yang lurus mana yang bengkok, mana petunjuk dan mana yang sesat. Warga grup ini tak ubahnya anak kecil ingusan yang mudah sekali dipengaruhi, otaknya tumpul, sama sekali tidak bisa digunakan untuk menyaring informasi.

Itulah sebabnya ketika saya memberitahukan beberapa buku Jalaluddin Rakhmat, apa yang saya lakukan itu tindakan berbahaya. Itu bisa menyesatkan mereka. Warga KBM ini tolol dan bodoh, tidak bisa membedakan mana baik mana buruk, sangat buta informasi, tidak pernah mendengar bahwa Jalaluddin Rahmat ini syiah, jadi jika mereka membaca buku Profesor ini, mereka akan bagai kerbau dicocok amplop, langsung mengikutinya begitu saja. Warga KBM ini tak ubahnya manusia pedalaman terisolir yang baru saja mengenal media informasi, jadi, jika buku dan MP3 Jalaluddin Rahmat ini saya bagikan, kemungkinan jumbo mereka terpengaruh dan menjadi orang syiah.

Maka sebuah kedunguan seandainya karya-karya itu saya sebarkan. Warga KBM ini sangat terbelakang dalam bidang ilmiah. Warga di sini banyak bebal, sekali tidak memilih dan memilah. Maka ketika membaca buku Jalaludin Rakhmat itu, jangan harap mereka bisa mengambil hal baik-baiknya. Jangan harap mereka bisa mengambil hal baik-baiknya mempelajari sistematikanya, ketertiban kalimatnya, tehnik argumennya, kekayaan kosa katanya, dan mempelajari gaya bahasanya, sama sekali warga KBM tidak bisa, karena, sekali lagi, warga di sini orang-orang yang lebih bodoh dari anak TK.

Anda mungkin heran, kenapa saya berani sekali mencaci maki?

Terus terang. Jujur saja, selama ini saya menganggap Anda ini para pembaca cerdas, kritis, bisa membedakan mana baik mana buruk. Bacaan Anda luas, informasi Anda dapatkan dengan mudah di mana-mana, pendek kata, dan anda sudah bisa menfilter. Itulah sebabnya saya yakin, ketika saya beritahukan karya-karya Jalaluddin Rakhmat, saya yakin Anda akan menjadi pembaca cerdas, mamu memilah dan memilih--dari buku itu Anda bisa mengambil sisi-sisi positif dan membuang sisi-sisi negatifnya.

Namun entah mengapa, semua anggapan saya itu berubah 180 derajat, setelah saya ngobrol dengan orang berilmu tinggi. Mereka menasihati saya, memberi pelajaran kepada saya, dan mengkotbahi saya.  Mereka rata-rata orang pintar, berwawasan luas, dan hidup di atas kebenaran.

Pastinya Anda ingin tahu siapa saja mereka, apa saja yang mereka sampaikan. Silahkan simak saja postingan saya dan komen-komennya DI SINI.

Rendah Hati Itu Menyenangkan, Meski Hanya Berpura-Pura

Jangankan bersungguh-sungguh, dengan berpura-pura saja, rendah hati terasa menyenangkan membuat saya aman.

Daripada saya menyombongkan diri dengan menyebutkan kehebatan diri dan melecehkan orang lain, lebih enak rasanya menghinakan diri sendiri sambil menyebut kelebihan orang lain meskipun pura-pura.
Dengan meninggilan diri dan melecehkan orang lain, biasanya darah  bergolak, apalagi jika orang lain itu balik menyombongkan kelebihan dirinya dan melecehkan saya, darah bergolak seperti berubah menjadi bensin. Tinggal lempar korek api, maka korek api itu langsung basa oleh bensi, dan jika sekali lagi dilempar korek api yang sudah dinyalakan, maka api akan berkobar dahsyat.


Padahal sebenarnya hanya pura-pura. Sebenarnya dalam hati saya ingin tertawa, misalnya kepada orang yang mencoba berlagak so tahu, kemudian mendebat saya, menyatakan ketidaksetujuannya kepadan saya kemudian menyebutkan dalil-dalil yang menurut saya konyol dan salah, sebenarnya saya ingin merendahkannya, tetapi karena malu pada diri sendiri telah berjanji takkan lagi mau berdebat, maka saya lebih suka menyanjungnya saja. "Wah, saya orang bodoh, mas kok pintar sekali ya!", "Wah kalimat-kalimatnya menarik sekali, saya suka, saya beruntung ketemu Anda, saya ingin berguru kepada Anda." dan sebagainya.

Atau contoh nyatanya pagi ini, pagi saat saya menyusun tulisan ini, saya buka kembali facebook, dan menemukan tulisan saya yang membahas tentang sisi menarik karya Jalaluddin Rakhmat. Membaca komentar-komentarnya, saya sangat tertarik. Banyak yang membantah, bahkan ada yang sangat semangat membantah dengan komentar yang panjang. Menurut mereka tidak seharusnya membaca buku-buku Jalaluddin Rakhmat, apalagi menikmati uraian-uraian ceramahnya, karena dia seorang syi'ah. Ada yang memberikan komentar panjang dengan bahasan ke sana ke mari, kepada ghazwul fikri, dan mengatakan karya Jalaluddin Rahmat itu sebagai bagian dari Ghazwul Fikri yang bisa merusak pemikiran kita jika karyanya kita dengarkan dan kita baca, kemudian dengan sangat gagah, tapi membuat saya tersenyum, di bagian akhir komentarnya dia menulis: "Ya Alloh, hamba-Mu telah menyampaikan kebenaran. Saksikanlah!"

Yang lainnya menulis komentar tidak seharusnya menimba ilmu kepada orang seperti Jalaluddin Rahmat, dia sudah tercampuri pemikiran sesat, karena itu, ilmunya, bisa diibaratkan dengan air yang keruh. Kemudian teman ini pun menulis: "Menurut saya, lebih enak memancing di air jernih daripada di air keruh apalagi di air comberan.", bahkan tidak puas hanya satu komentar, di bagian bawahnya dia pun menulis lagi dengan nada menggurui: "Makananan yang baik hanya akan diterima oleh tubuh yang sehat. Jika makanan itu tidak baik, maka tubuh yang sehat akan memuntahkannya." Dengan ungkapan itu, dia mau mengatakan, bahwa orang yang suka dengan karya Jalaluddin Rahmat yang "sesat" itu adalah orang yang jiwanya tidak sehat, dan karena saya menyukainya, berarti saya tidak sehat.

Bagaimana cara saya menanggapi komentar-komentar itu?. Cari aman saja. Kepada mereka saya pura-pura merendah dengan cara menyanjungnya. Kata saya: "Panjangnya komen Anda mas menandakan ketinggian ilmunya. Jika direkam dan dikasetkan, wah alangkah besar manfaatnya mas."

Padahal sebenarnya saya hanya pura-pura, tapi efeknya, terasa bahagia. Orang itu tidak balas mencaci-maki, dan suasana menjadi menyenangkan. Setidaknya menyenangkan menurut saya, karena bisa nonton berbagai pertunjukan menarik. Yang tidak mikir malah bahagia menyangka saya memujinya, sebaliknya yang agak mikir, seringkali kebingungan, dan yang cerdas dan tahu maksud melecehkan di balik kata-kata saya balik pura-pura menyanjung. Bagaimana kalau saya disanjung? Ya tentu saja saya bahagia, meski sanjungan itu hanya pura-pura.

Demikianlah indahnya rendah hati. Dengan pura-pura saja terasa menyenangkan, bagaimana jika rendah hati itusungguhan?

Download Gratis E-Book Dahulukan Aklaq di Atas Fiqh

DOWNLOAD DI SINI

E-Book ini hanya bisa dibuka dengan Program Djavu
Silahkan Download Gratis DI SINI

Dalil Memperingati Maulid

DOWNLOAD DI SINI

Dalil Memperingati Maulid 2

DOWNLOAD DI SINI

Buluh Perindu 2

DOWNLOAD DI SINI

Buluh Perindu 1

DOWNLOAD DI SINI

Download Gratis Buku Jalaluddin Rahmat

Apa yang terpikir oleh Anda ketika nama Jalaluddin Rahmat disebut?

Sebagian orang ada yang benci, karena pendapat umum menyebutnya Syiah. Sebagian lain, lebih berani lagi, ada yang menyebutnya "kafir harbi", yaitu kafir yang memusuhi, bahkan sebagian lain menyebutnya "Syetan". Saya sendiri tidak tahu siapa dia sebenarnya, bagaimana aqidahnya, hanya saja, saya melihatnya, sebagai orang yang berilmu tinggi, dan ketika bicara menyampaikan sesuatu, tampak sekali dia menguasi materi, dan nada suaranya, enak didengar telinga: tenang, tertib, jelas, dan sistematis.

Saya juga mengenalnya sebagai pakar komunikasi. Salah satu bukunya komunikasinya adalah Retorika Modern, tidak pernah bosan saya buka. Di sana, dia memaparkan dengan lengkap, tentang dasar-dasar ilmu retorika, yang ketika diterapkan ke dalam dunia tulis menulis, cukup relevan. Saya kira, siapa pun Anda yang berminat kepada dunia tulis menulis, ketika membuka buku Retorika Modern, akan segera jatuh cinta kepada karya Kang Jalal yang satu ini.

Buku-buku eketroniknya saya cari di internet, dan mendapatkan empat buah. Ceramah-ceramahnya juga, yang berupa video, yang berupa MP3, saya ambil rakus, kemudian saya simpan di blog. Alasannya satu, yang membuat saya tertarik padanya adalah, karena Jalaluddin Rahmat ini banyak ilmunya. Saya kira, sebutan buruk buat seseorang, bahkan meskipun benar seseorang itu sesat, tidak seharusnya membuat kita terhalang mendapatkan ilmu pengetahuan berharga darinya.

Anda yang membutuhkan karya-karyanya, bisa Anda DOWNLOAD DI SINI

Tulisan Yang Saya Rindukan

Daripada tulisan gombal-gombalan kepada manusia, saya kira, jauh lebih baik tulisan yang mengajak mentaati Alloh.

Gombalan kepada manusia, sudah terlalu banyak, dan karena itu pikiran sudah mencapai titik jenuh

Saya merindukan tulisan-tulisan yang akhinya, mengagungkan dan mengedakan Alloh Azza Wajalla

Tulisan dari seorang yang punya prinsip itu punya rasa.

Rasanya jelas, jadi orang lebih senang membacanya. Tulisan orang-orang yang mengambil sikap, menurut saya.

Bayangkanlah Suatu Hari!

"Aku pernah membayangkan, bahwa suatu hari tiba-tiba aku terkulai di meja kerjaku, ketika sedang menulis sebuah artikel, dan ternyata editor mengambil naskah mentah itu, bahkan sebelum petugas rumah sakit mengurus jasadku." Tulis Mitc dalam buku bestsellernya, Tuesday With Morrie.

Pergaulan sehari-hari, infomasi di televisi, dan berbagai infomasi yang kita terima dari koran dan majalah, lebih banyak mendorong kita untuk hanya memikirkan masalah kebendaan sampai kematian benar-benar menjemput.

Alasan Mengapa Saya Mengaku Diri Sebagai Penulis Edan

Apa alasan saya mengakui diri sebagai penulis edan, akan Anda temukan setelah membaca tulisan ini. Untuk alasan pertama, langsung saya buka di sini, mengapa saya mengakui diri sebagai penuli edan, karena saya  tidak menyenangi aturan. Tulisan bebas, lepas, kabur dari mainstrem, mendobrak aturan, dan lain dari yang lain sangat saya suka, asal tidak menabrak satu hal saja, aturan agama. Dan sebaliknya, saya kurang suka dengan aturan kaku yang terlalu mengekang. Sturan supaya begini supaya begitu boleh-boleh saja. Yang membuat saya gerah kalau sudah ada orang teriak jangan begini jangan begitu. Terutama jika si peneriak itu sendiri bukan seorang penulis hebat, saya kira itu hanya membuatnya norak.

Itulah sebabnya, saya selalu senang dengan tulisan gaya apapun, dengan catatan sekali lagi, tidak menabrak aturan agama. Karena menurut saya, agamalah ukuran tertingginya.

Ada sebagian orang gerah dengan tulisan-tulisan penyuara kebenaran dengan gaya asal jeplak, tidak peduli perasaan orang. Bagi saya sebagai penulis edan, tulisan semacam itu tidak perlu dipermasalahkan. Terserah dengan cara apa saja orang menulis, dengan gaya sastra, gaya cerita, menggurui atau men-siswai, hakim tertinggi yang akan menilai tulisan itu hanyalah Alloh, Hakim tertinggi alam semesta. Jika sebuah tulisan, tidak menabrak aturan Alloh, dan malah mengajak mencintai-Nya, taat kepada-Nya, dan mengajak mengesakan-Nya, menurut saya tulisan itu luar biasa.

Menurut saya barometer tertingginya cuma itu. Ketika sepengetahuan kita, tulisan itu diridhoi Alloh, mempermasalahkan apalagi?. Soal pembaca sakit hati, tidak enak atau bagaimana, itu terserah mereka, jika sakit hati mereka karena merasa tidak enak mendapatkan peringatan, kemungkinan itu bisa diibaratkan sakitnya sebuah suntikan atau operasi buat menghilangkan penyakit di badan. Juga mesti ditanyakan, mengapa Anda sampai sakit hati? Jangan-jangan sakit hati itu timbul dari ketidakdewasaan si pembaca sendiri, terlalu bersifat kekanak-kanakan, yang inginnya hanya dipuji, dan tidak senang ketika mendapatkan kritikan.

Jika tulisan penyeru kebenaran yang bisa menyakiti hati orang itu dilarang, bagaimana dengan Nabi yang dulu menyerukan kebenaran. Kalay tak salah, waktu itu pun, orang-orang kafir sakit hati pula

Akan tetapi uniknya, tulisan-tulisan semacam justru lebih menarik minat pembaca. Tulisan semacam ini lebih membuat orang penasaran. Lebih menarik perhatian terutama ketika kebanyakan penulis kurang berani, berlembut-lembut, muter-muter sana sini--maka tulisan keras asal jemplak, seringkali lebih banyak peminat. Dari sisi bisa dikatakan, tulisan semacam ini justeru berhasil. Ketika yang lain koar-koar mencari perhatian, minta dibaca, tulisan semacam ini, justru pesta pora, tanpa harus teriak-teriak, orang murah hati meluangkan waktu, membaca tulisannya.

Cuma, kita juga jangan norak, berlagak pendakwah yang so suci, dengan nada menyeru-nyeru, seperti orang yang baru saja di utus ke tengah ummat. Alih-alih menyentuh, yang ada malah mengundang tertawaan. Jika Anda tidak siap dengan tertawaan orang-orang, besar kemungkinan tertawaan mereka bisa menyinggung dan mempermalukan Anda. Saya sendiri terkadang bersikap begini, bergaya seperti pemberi fatwa, hanya saja, supaya tidak terlalu sakit jika nanti orang menjatuhkan saya, saya sendiri dulu yan menjatuhkan diri saya sendiri. Jadi jika nanti orang mencoba menjatuhkan, mereka tidak berdaya, sebab sayanya sendiri sudah dibawah. Itulah sebabnya untuk tulisan-tulisan yang bernada fatwa, bernada menggurui, selalu saya bungkus dengan kemasan menggoblok-goblokan diri, atau mengakui diri sendiri sebagai penulis edan. Nah, inilah alasan kedua mengapa saya mengakui diri sebagai penulis edan.

Mendidik Anak dengan Cinta

Dari dulu, saya senang tulisan dengan bertema anak-anak. Tidak tahu kenapa, begitu saja suka. Buku-buku yang saya pinjam dari perpustakaan, banyak membahas tentang pendidikan anak. Padahal waktu itu, saya masih kelas dua Madrasah Aliyah, dan itu berlanjut hingga seusai sekolah. Saya banyak membaca di sana, bahwa setiap anak itu cerdas. Jangan pernah orang tua menyepelekannya. Seorang anak yang bodoh kurang bisa menangkap pelajaran di sekolah, dan rangking setiap tahunnya selalu merah, sebenarnya anak itu tidak bodoh. Dia cerdas, hanya saja dia cerdas pada bidang lain. 

Yang saya baca dari buku-buku itu, orang tua angan pernah terlalu keras memaksanya. Thomas Alfa Edison, seorang yang terkenal dengan ribuan temuannya, adalah seoranga anak "bodoh" yang ditendang dari sekolahnya. Dia baru bisa membaca pada usia 14 tahun, akan tetapi karena ibu dia menyayanginya, ilmu Edison memberi kemanfaatan yang banyak bagi dunia.

Tugas terpenting orang tua kepada anak sebenarnya menyayanginya, menjaganya, dan bukan memaksanya untuk ini untuk itu, terlebih jika yang dia paksakan itu bukan sesuatu yang Alloh perintahkan. Akan tetapi, banyak sekali orang tua, yang terlalu banyak tuntutan kepada anaknya, seakan ingin, anaknya itu serba bisa. Saya sangat tersentuh ketika membaca judul sebuah buku. Buku itu bersambul biru, bergambar perahu kertas. "Anak Sempurna atau Anak Bahagia?"

Nabi saya sendiri, Muhammad Saw, terkenal sebagai penyayang anak. Ketika hari lebaran seorang anak yatim dilihatnya menangis, dia dekati dan tanya, kenapa kamu menangis. Anak itu menjawab, ayahku sudah tiada. Dia meninggal dalam perang. Nabi bersabda, andai saja ada seorang yang mau jadi ayahmu, bersediakah kamu? Anak itu menjawab, tidak mungkin ya Rasululloh. Kemudian Rasulullah bersabda, aku bersedia menjadi ayahmu.

Kali lain seorang wanita datang ke hadapan Nabi, membawa seorang anak laki-laki, kemudian dengan lembut Nabi mengambil ke pangkuannya, dan anak itu pipis. Ibunya tahu dan marah, segera merenggut anak itu dengan keras dari pangkuan Nabi, dan nabi tak suka. Nabi mengingatkan ibu itu supaya bersikap lembut kepada anaknya. Nabi katakan kepada Ibu itu, bahwa air kencing pada kain, bisa disucikan dengan siraman air, namun apa yang bisa menjernihkan keruhnya jiwa seorang anak manakala mereka dibentak.

Begitulah mendidik anak dengan cinta, orang tua memperlakukan anaknya dengan lemah-lembut.

Boleh Memaksa Akan Tetapi........

Ada saat-saat tertentu di mana orang tua harus memaksa kepada anaknya. Misalnya dalam hal yang bisa membahayakan si anak. Orang tua harus memaksa si anak supaya tidak melakukan hal yang membahayakannya, atau memaksa si anak melakukan sesuatu supaya selamat dari bahaya yang mengancamnya.

Contohnya menggosok gigi. Anak akan berontak jika orang tua memaksanya menggosok gigi, karena anak itu belum mengerti apa manfaat gosok gigi. Si anak pun belum mengerti kerugian yang bakal dideritanya jika dia tidak menggosok gigi. Namun di sini, menurut saya, orang tua penting memaksanya, namun tetap dengan lembut. Tangkaplah anak itu dengan lembut, gosok giginya dengan lembut, asal sisa-sisa makanan pada giginya bersih, dan jangan sampai sambil mencaci-makinya. Pastinya anak menangis dan menjerit-jerit, biarkan saja, daripada menangis jika nanti dia sakit gigi, lebih baik dia menangis sekarang karena gosok gigi. Dan hasilnya, orang tua sendiri yang bahagia, ketika gigi anak lain hancur lebur tinggal sepotong, maka si ibu ini bahagia gigi anaknya masih bagus dan rapi.

Atau dalam masalah shalat ketika anak itu mencapai usia 7 tahun. Orang tua harus mengajarkanya, dan ketika anak itu sampai umur 10 tahun. Orang tua harus memukulnya jika dia meninggalkan. Sama juga ini pun dilakukan dengan gaya kasih sayang. Orang tua harus sudah memberitahukan kepada anaknya, bahwa jika anaknya meninggalkan shalat, maka dia akan memukulnya, dan kemungkinan besar pukulan itu sakit. Nah, maka jika suatu hari si anak meninggalkan shalat, orang tua memukulnya dengan kasih sayang. Nak, mohon maaf ya, kamu sudah berjanji, jadi Ibu mau memukulmu, mudah-mudahan kamu jangan mengulanginya lagi. Haduh, ada nggak ya ibu selembut ini. Saya kira harus ada. Jika kapal terbang saja bisa tercipta, masa membentuk diri menjadi orang tua pencinta tidak bisa.

Kembali kepada sub tema. Begitulah, dalam hal tertentu, orang tua boleh-boleh saja memaksakan anaknya,  akan tetapi, tetap melakukannya dengan sikap dan perkataan yang penuh kasih sayang.

Kita cukupkan dulu.....

Rabu, 26 Februari 2014

Inspirasi Bukan Sekedar Membaca

Menurut penulis edan,
Untuk menjadi seorang penulis yang baik
Tak terbatas caranya hanya dengan banyak membaca

Seorang penulis edan
Akan memanfaatkan apapun untuk menambah mencari inspirasinya
Dia mendengarkan ceramah, dari orang berilmu yang terpercaya
Dia mendengarkan cerita yang kemas dalam bentuk audio

Karena seorang penulis edan
Itu tak ubahnya seperti kambing edan
Berlari gila menabrak apa saja yang dilewatinya
Dan memakan habis apapun di hadapannya, seorang penulis edan
Dia menikmati apapun, segala hal yang bisa membuatnya terinspirasi

Inspirasi,
Bukan sekedar banyak membaca
Yang lebih nikmat, juga dengan banyak mendengarkan

Fatwa Paling Memusingkan dari Penulis Edan!


Penulis edan baru saja turun gunung
Dari pertapaan terbarunya, dan kakinya tak sengaja
Menendang sebongkah batu, membuatnya menggelinding menabrak sebuah warung
Warung kopi, hingga rata, pemiliknya, si kakek tua luka-luka
Di atas puing reruntuhan warung itu, penulis edan berdiri gagah dan berkata:


Jika selama ini tulisanmu gagal
Tidak pernah disukai orang, tidak ada penerbit yang mau
Tidak pernah menjadi buku, dan walau jadi buku, buku tidak laku
Saatnya kamu berputus asa

Sapukan harapan itu sampai bersih
Dan jangan sisakan setitik pun, karena harapan, hanya membuatmu kecewa
Besar harapanmu, besar kecewamu, kecil harapanmu, kecil kecewamu
Tapi kalau kamu tidak ingin kecewa
Jangan berharap!

"Aduuuhh, tolooooongggg! Siapa kamu???" Kata tukang warung, si kakek tua, sambil menggeliat bangun dari balik reruntuhan.

"Saya yang menggelindingkan batu sampai menabrak warung ini."

"Kurang ajar! Jadi kamu penyebab semua ini?"

"Iya, memangnya kenapa!"

"Tanggung jawab!"

"Santailah Pak! Ini cuma cerita fiksi kok!"

Pompeii: Apa Yang Terjadi?

Apa yang terjadi dengan Pompeii?
Sekarang pemberitaan Pompeii sedang trend di dunia maya. Orang sedang banyak mengakses berita. Di google trend, berita ini sekarang sengetop jadwal Liga Inggris, seramai pemberitaan Roger Danuarta, dan seramai sensasi Syahrini. Lalu ada apa dengan Pompeii?

Pompeii adalah sebuah kota zaman Romawi kuno yang telah menjadi puing dekat kota Napoli dan sekarang berada di wilayah Campania, Italia. Pompeii hancur oleh letusan gunung Vesuvius pada 79 Masehi. Debu letusan gunu Vesuvius menimbun kota Pompeii dengan segala isinya sedalam beberapa kali menyebabkan kota ini hilang selama 1600 tahun sebelum ditemukan kembali  dengan tidak sengaja. Sejak saat itu, penggalian kota ini, memberikan pandangan yang luar biasa terinci mengenai kehidupan sebuah kota di puncak kejayaan kekaisaran Romawi. 

Saat ini, kota Pompeii merupakan salah satu dari situs warisan dunia UNESCO.

Orang sudah banyak tahu tentang Pompeii. Wikipedia menyajikan tulisan tentang kota ini dengan lengkap. Tapi apa yang membuat hari ini Pompeii menjadi trend topic?

Apa punya hubungan dengan meletusnya Kelud dan Sinabung?
Jangan-jangan iya, karena ketiganya sama. Baik Pompeii, Sinabung atau Kelud, ketiganya sama terkenal karena peristiwa gunung meletus.

Oh tidak. Saya takkan menghubung-hubungkan ketiganya. Nanti banyak yang protes.

Ketika saya telusuri ke Google, rupanya Pompeii ini judul salah satu film yang sedang ramai diperbincangkan. Dalam film ini, Pompeii si kota maksiat, dikemas indah dengan kisah cinta Milo dan Cassia, sebuah kisah cinta mengharukan, di tengah amukan Gunung Vesuvius. Milo adalah seorang Gladiator yang tertambat hatinya kepada Cassia, seorang putri saudagar kaya. Saat Vesuvius meletus, Milo berjuang mati-matian menyelematkan kekasihnya.

Agustus tahun lalu, sebelum film ini dibuat. sutradara Paul WS Anderson, sempat menghubungi saya lewat inbox , menanyakan kesediaan menjadi tokoh utama. Saya tanya honornya berapa. Dia jawab: "Karena Anda orang indonesia, punya wajah yang khas, kami bayar $ 5 juta." Sebuah angka mengagetkan, tapi saya hati-hati. Bertanya padanya lagi: "Emh maaf, apa dalam Film ini ada adegan pelukan dan ciuman?". Dia menjawab: "Ya, tentu saja ada. Bagi kami itu nilai jual tersendiri." Segera saya akhiri: "Maaf, saya tak bisa. Selamat malam!" Dia menanyakan lagi: "Bagaimana kalau $ 500 juta?" 

Tawaran yang sangat menggoda. 

Sengaja mencari uang sebanyak itu, dari mana? 

Agama saya mulai miring, sebentar lagi roboh

Tanpa tunda lagi saya ketik: "Baik Pak, kapan saya harus berangkat?"

Tapi ketika mau pijit enter. Masuk. Dan kembali saya masuki alam nyata.

Ikhlash

Jangan sebut-sebut lagi, biarkan amalmu pergi tenang ke alam baka

จั๊กจั่น อคัมย์สิริ, Saya Masih Belum Mengerti

Masih belum saya mengerti, apa maksud dari pemberitaan nama orang bertuliskan huruf Thailand itu, dan mengapa dia menjadi orang terheboh dalam pemberitaan media online saat ini. Data-data sementara yang saya temukan adalah, kemarin, saya menemukannya berfoto nyaris telanjang. Bagian penting badannya dia tutup dengan tangan.

Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi dengan foto-foto syur itu. Apakaha heboh karena pemberitaan di media, ataukah bentrok dengan pemerintahan thailand yang sangat menghormati ajaran budha, atau apa, saya tidak tahu dan belum mencarinya.

Syahrini, Artis Biang Sensasi

Sampai hari ini Syahrini tidak mau mengakui keterlibatan dirinya dengan kasus Wawan. Dia mengaku tidak kenal sama sekali dengan yang namanya wawan. Ketika dihubungi, Syahrini menjawab santai, dan pasrah, silahkan saja kalau mau diperiksa, toh dirinya tidak merasa bersalah.

Ada isu sebagian Dana wawan mengalir ke rekeningnya, namun Syahrini membantah. Mantan duet Anang Hermansyah ini mengaku siap dipanggil KPK jika dirinya terbukti bersalah.

"Syahrini akan kooperatif dengan Bapak-Bapak KPK, silahkan buka rekening Syahrini!"

Tidak hanya rekening, Syahrini pun siap ponselnya diperiksa.

"Kalau bicara fakta, data yang akurat. Apa ke rekening saya? Silahkan sana, Bapak-bapak KPK bisa lihat. Hape saya juga bisa dibuka, pasti ada percakapan dengan Bubu, bukan dengan Wawan."

Benarkah pengakuan Syahrini?

Kita buktikan saja nanti.

Syahrini, Yang Selalu Cari Sensasi

Dulu pernah cari sensasi dengan gaya rambut jambulnya. Kemarin-kemarin selalu memamerkan mobilnya yang mewah, eh baru-baru ini, dia menceritakan rencananya pergi ke Paris hanya untuk membeli sepatu. Yang luar biasa, dia katakan, biaya perjalanan ke sana, dan untuk membeli sepatu itu dia tabung selama setahun.

Seperti apa sepatu yang mau dia beli di sana? Kita tunggu saja.

Rencanya dia masu satu minggu jalan-jalan di sana. Tidak hanya buat belanja, uangnya pun akan dia gunakan buat liburan di sana. Satu hal yang selelu dipertanyakan kepada Syahrini adalah jodoh. Sampai sekarang, astis kelahiran 1980 in belum ada tanda-tanda mau serius menikah. Adakah hal lain yang dia pertimbangkan.

Syahrini sendiri mengakui jika dirinya tidak mempunyai target. Syahrini juga tidak membuat deadline tertentu, tidak juga mempunya kriteris khusus. Asal tidak loyo dan seiman, katanya.

Ajaran Terbaru Penulis Edan

Haruskah setiap kisah selesai ?
Siapa mengharuskan itu?

Sebagian kita menulis kisah, namun kemudian tersesat tengah
Macet terhenti seperti kertas tersangkut
Di dalam printer,
Atau otak menjadi blank, beku, tak tahu cara menutup

Demi penyelesaian cerita
Ada yang sampai menyimpan kepala di bawah ban mobil
Menggencetnya, memerasnya, biar keluar idenya, bagaimana menyelesaikan ceritanya
Yang lain putus asa, meremas kertas, dan
Membuagnya te tong sampah

Hati-hati!
Itu termasuk KDRT= Kekerasan Dalam Ranah Tulis-menulis

Tanyakan lagi
Benarkah, setiap kisahmu harus selesai?
Kata siapa? Kitab suci? Kalau bukan, kamu masih punya peluang
Untuk menjadi bajingan pembantai aturan itu

Kenyataannya,
Tidak semua kisah harus selesai
Kehidupan manusia di dunia ini, adalah kisah yang tidak selesai

Mengakhiri kisah sebelum selesai, justru bisa membuat pembacamu ketagihan
Edan mengemis-ngemis seperti kambing betina minta dikawin
Sedang asyik-asyinya mereka membaca,
Tiba-tiba harus terhenti seketika
Itu sama dengan
Saat nikmat-nikmatnya kamu makan
Seketika makanan itu habis. Bukankah makan dengan cara itu
Yang rasa nikmatnya lebih membekas?

Nah, karenanya jika kamu menulis
Dan kamu tersesat tidak mendapat penyelesaian
Jangan ragu, sudahi saja, berhentilah, tak perlu diperpanjang lagi
Edit saja, ulang saja, masukkan unsur-unsur seni menulis seenaknya, bagikanlah!
Siapa tahu tulisanmu, akan menjadi bacaan paling baik, paling hebat, dan paling cerdas

Merencanakan Kehidupan Indah

Adat teluk timbunan kapal, adat gunung tepatan kabut, peribahasa indah ini memberi kita pesan, bertanya kepada tahu, berguru kepada yang bisa. Para motivator selalu berkata, belajar itu seharusnya, kepada orang seorang yang sangat ahli.

Mau ilmu menulis terbaik, bertanyalah kepada penulis hebat. Mau ilmu rancang bangun, bergurulah kepada arsitek terbaik, mau ilmu bela diri, bergurulah kepada jawara terbaik. Tapi ketika Anda ingin tahu bagaimana cara menjalani hidup terbaik, maka yang saya sarankan, bergurulah kepada orang yang sangat sadar, bahwa dia sedang menghadapi kematian.

"Tahukah kau, aku menghayati pemandangan di luar jendela itu, lebih dari yang telah kau perbuat?"

"Menghayati?"

"Ya, aku memandang ke luar jendela ini setiap hari. Aku melihat perubahan yang kualami oleh pohon-pohon di sana, seberapa kuat angin yang berembus. Seolah-olah aku dapat menyaksikan bergulirnya waktu yang melewati bingkai jendela itu. Karena aku tahu waktuku hampir habis, aku tertarik menghayati alam seolah-olah baru pertama kali melihatnya."

"Setiap orang tahu mereka akan mati, tapi tidak setiap orang sadar, kematian bisa mendatangi mereka kapan saja. Kalau saja mereka sadar, mereka akan mengerjakan segala sesuatunya secara berbeda."

"Mengetahui bahwa kita akan mati, dan selalu bersiap diri kalau-kalau mati itu datang kapan saja. Itu lebih baik, karena dengan cara itu sesungguhnya kita dapat berperan, dalam proses yang terjadi sementara kita masih hidup."

 "Berbuatlah seperti apa yang diperbuat oleh orang Budhis. Setiap hari, bayangkan di pundak kita ada seekor burung yang bertanya: Sekarangkah hari ajalku? Siapkah aku? Sudahkah aku mengerjakan apa yang perlu kuperbuat? Apakah aku telah menjadi seperti yang kukehendaki?"

"Sesungguhnya, begitu kita ingin tahu bagaimana kita akan mati, itu sama dengan belajar bagaimana kita harus hidup. Aku ingin mengatakan sekali lagi, begitu kita ingin tahu bagaimana kita akan mati, itu sama dengan belajar bagaimana kita harus hidup."

"Kebanyakan kita hidup seperti orang yang berjalan sambil tidur. Kita sesungguhnya tidak menghayati dunia ini secara penuh, karena kita separuh terlelap, mengerjakan semuanya yang terpikir oleh kita."

"Ketika kita menyadari, kematian akan datang kapan saja, kita akan membuang semua embel-embel dan memusatkan semua perhatian kepada inti persoalan. Ketika kita dasar kita akan mati, kita melihat sesuatu secara berbeda."

"Belajar tentang cara mati, maka kita belajar tentang cara hidup."

"Bahkan aku tidak tahu makna sesungguhnya dari istilah pengembangan spiritualitas. Tapi aku sungguh tahu, bahwa kita kekurangan sesuatu. Kita terlalu sibuk dengan urusan kebendaan, dan semua ternyata tidak membuat kita merasa puas."

Kutipan kata mutiara di atas saya ambil dari perkataan seorang yang sadar, sebentar lagi dirinya akan  meninggal. Dialah Morrie, profesor tua, guru penulis Mitch Albom, yang kisahnya dia ukir dalam bukunya Tuesday With Morrie. Buku ini bestseller Internasional, karena kekayaan isinya. Ungkapan-ungkapan di atas dia ucapkan, setelah dokter memvonis dia, sebentar lagi akan meninggal dunia. Setelah membacanya Anda, mudah-mudahan Anda mengerti, itulah yang dipikirkan oleh seorang yang akan meninggal. Dia punya pandangan berbeda tentang bagaimana cara menjalani hidup.

Jika Anda mau merencanakan kehidupan Indah, belajarlah kepada orang yang sadar akan segera meninggal. Mereka rata-rata, lebih serius merencanakan kematiannya yang indah, sehinggal kehidupan yang mereka jalani sebelum mati itu, sebisa mungkin menjadi kehidupan indah.

Kampretttttt!!!!!

Datang panggilan masuk:
 
"Maaf, benar ini dengan Pa Dana?"
"Benar Pak, saya sendiri. Ada apa ya?"
"Boleh saya tahu nama lengkap Bapak?"
"Boleh."
"Iya Apa?"
"Nama Lengkap saya Dana Pak. Bapak sendiri siapa?"
"Kami dari KPK?"

Hah? Saya ditelfon KPK?
Aku kaget bukan main. Kapeka menelfon saya? Mau apa? Apa urusan mereka dengan saya?
Atau...mereka salah sambung?

"Maaf Pak. Mungkin bapak salah sambung!" saya jengkel.
"Tapi benar ini denga pak Dana?"
"Iya, saya memang Dana, tapi apa urusan saya dengan KPK?"
"Sabar dulu Pak, kami hanya menanyakan nama Bapak?"
"Iya, memang nama saya Dana."
"Mungkin bapak punya nama kepanjangan?"
"Tidak Pak. Haduh, cek sendiri deh pak di data penduduk nasional. Pada KTP, nama saya asli Dana!"
"Penulisan hurufnya bagaimana Pak?"

Ini orang menjengkelkan sekali. Mau apa sih? Klik, cepat saya kututup.

Ayu Tingting mengalun......ke mana....ke mana....ke mana.....
Dari nomor itu lagi
Kuangkat: "Apa sih Pak.......?"
"Pertanyaan kami belum Anda jawab!"
"Pertanyaan yang mana?"
"Yang terakhir tadi."
"Saya lupa!" tukas saya.
"Iya, penulisan huruf nama Bapak bagaimana?"
"Haduh,.....mau apa sih....Penulisan huruf nama saya ya Dana!"
"Coba eja Pak!"
"D......A........N........A"
"Mungkin kurang hurufnya satu Pak!"
"Pak, siapapun Anda di sana, pegawai KPK, atau  tukang becak, saya minta bapak sopan sama orang. Bapak jangan mempermainkan orang!"
"Ini serius. Kami tidak main-main. Kami benar-benar ingin tahu nama jelas Anda. Bukankah nama Anda itu ditulis Dhana?"
"Bukan Pak, nama saya Dana, empat huruf!"
"Tidak ada nama panjangnya?"
"Harus berapa kali saya bilang, TIDAK!!!!!"
"Maaf Pak, sabar Pak, kami juga kan bertanya baik-baik."
"Baik-baik sih iya, tapi Anda menjengkelkan! Pegawai KPK apaan, jangan-jangan kamu penipu!"
"Maaf Pak, bukan, saya orang baik-baik. Saya hanya ingin memastikan nama Anda!"
"Ok, kalau Anda tidak percaya, sekarang juga, datang ke rumah saya! Lihat KTP saya! Baca nama saya di sana. Sekarang, sudahlah jangan banyak bacot. Apa tujuan Anda menanya-nanyakan nama saya?"
"Begini Pak, dalam catatan pelaku tindak pidana korupsi, ada nama Tubagus Chery Wardhana, dan nama ini terdaftar sebagai orang........."

"Haddduuuuhhh, Anda ini pegawai KPK, atau penjual gudeg nangka?"
"Penjual Gudeg Nangka Pak!"

KAMPREEEETTTTTTTTTTTT!!!!!!!

Opening Syahwat

Salah satu opening menarik adalah opening yang merangsang syahwat. Yaitu, dengan cara mendeskripsikan sebuah adegan, yang membuat pembaca menduga-duga, itu adalah rangkaian peristiwa menuju pemenuhan syahwat.

Anda jangan munafik, akui saja tulisan semacam itu Anda pun pasti suka. Jangan khawatir buat mengaku, sebab bukan hanya Anda, nyaris semua orang normal merasakannya. Hanya dari mereka, ada yang jujur mengaku suka, ada juga yang teriak, itu menjijikkan, namun diam-diam di dalam batinnya yang sunyi, samar-samar hati kecilnya mengaku, ah iya sebenarnya itu pun menarik buatku.


Tuhan, Aku Hanya Ingin Hidup 3

Tatapannya tajam menusuk. Nafas tertahan, aku tediam kaku. Terpana membalas tatapannya, ketika dia mendekat, tanpa sadar aku berdiri. Tamu berdatangan tak kupedulikan, kubiarkan kakak dan adikku melayani, sedang aku sendiri, perlahan berjalan menuju pria itu. Perlahan kami semakin dekat, dan ketika jarak tinggal setengah meter, tangannya meraih tanganku, sebuah getaran mengalir. Tangan kekarnya, membimbingku ke dalam rumah, yang entah mengapa aku, seakan tak bedaya, begitu saja mengikutinya menuju sebuah kamar. Siapa dia, siapa aku. Dia bukan siapa-siapaku, aku bukan siapa-siapanya. Kami orang lain, namun kami masuki kamar itu, berdua, dan tanganku, begitu saja menguncinya. Kini kami telah di dalam, dalam kesunyian, dan segala keramaian tamu di luar seakan hilang.

Ampun oh ampun, ampun seribu ampun. Oh pembacaku, itu cuma ilustrasi, untuk menyampaikan padamu, oh pembaca, perilaku semacam itu bukanlah sifatku. Aku gadis, aku wanita, dan sebagaimana wanita umumnya, punya rasa sebagaimana normalnya wanita. Akan tetapi sebagaimana wanita sopan santun pula, rasa malu masih memagarku. Ketika pemuda staf katering itu menyampaku, kujawab biasa saja. Tampaknya dia ingin bicara, akan tetapi kesibukan mempersiapkan makanan, dan kesibukanku sendiri menerima tamu, membuatnya tak leluasa.

Aku masih sadar, tinggalku di sini, di rumah orang lain. Ibu guru yang merawatku ini orang lain, aku tetaplah tamu, dan karenanya, dalam acara ini, aku tak mau mengecewakan tuan rumah.  Di hari istimewanya ini, harus kuberikan yang terbaik padanya.

Hari sudah sore, plastik bekas minuman berserakan di tanah, kursi tamu sudah kosong, dan aku, telah sejak tadi menutup buku tamu. Alunan lagu sunda masih tersisa, namun kini samar, volumenya mengecil, tinggal suara trang-treng-trong gelas beradu piring di dapur, dan aku, pastinya harus segera menanggalkan kebaya ini. Cantik riasanku, terpaksa harus segera kembali kepada semula. Kegembiraan riasan, sebagaimana hari pengantin, hanya kegembiraan sehari, sesaat, simbol fananya kesenangan dunia.

Aku berjalan menuju tukang rias ketika kakakku mendekat. Memberiku selembar kertas.

"Apa ini Teh?" Tanyaku pada kakakku.
"Lihat saja sendiri."
"Kartu nama. Dari siapa Teh?"
"Baca saja sendiri!"

Tertera di sana, nama seorang pria. Sayang tak tertera fotonya. Kutanya kakakku, apa saja ciri-cirinya--perawakan dan wajahnya. Teteh menyebut beberapa sifat, dan aku teringat, mirip sekali dengan pria yang tadi menyapaku. Benar sepertinya dia, pikirku. 

"Untuk apa ini Teh?"
"Ya, siapa tahu saja!"
"Siapa tahu apa?"
"Jodohmu"
"Ah, jangan ngawur Teh!"
"Halah, kamu jangan pura-pura. Jujur saja, tertarik bukan dengan Arjuna itu?"
"Biasa saja Kok"
"Haha. Eh, tadi Teteh kasih juga nomor telfon rumah ini. Tunggu saja ya, mungkin nanti dia bakal telfon."
"Apa?"

Baru juga tuntas cape menerima tamu, harus bersambung lagi dengan capenya cemas. Kalau nanti pemuda itu nelfon, pasti jadi masalah. Ibu angkatku baik, ya aku mengakuinya--tapi tidak dalam masalah pacar. Anak-anaknya sangat dia jaga, termasuk aku. Pria sembarangan jangan main apel, kecuali dengan niat serius. Cuma main-main, cuma pacaran, maaf saja, meski satu jam ngobrol bebas, harus siap diblokir.

Tapi entahlah jika pria itu ngobrol lewat telfon, masihkah ibuku tak suka?

Itulah yang kucemaskan.

Dan malam itu, bakda Isya.....

Kring!!!!!
"Silva........!!!!" Panggil ibu angkat. "Ada telfon buatmu."
Sambil kujawab suara di seberang sana, sesekali kutoleh ibu angkatku. Biasa saja, tak menampakkan wajah kecewa. Tak kulihat sikap tak suka. Karenanya kuterima telfon dengan santai. Pada kursi plastik, aku ngobrol sambil bersandar.
Aku terbiasa akrab dengan orang, karenanya tak bisa jaim ketika pria itu mengajakku ngobrol. Agak lama gagang telfon itu menutup telingaku. Pria itu mananyakan banyak hal, dan aku sendiri, tak puas jika menjelaskan sedikit. Tambah lagi aku sendiri pun banyak bertanya padanya.
Itu terjadi nyaris setiap malam. Andai saja ini rumahku, dan ibuku membebaskanku menggunakan telfon, mungkin tak masalah Tapi ini rumah orang, kebanyakan menggunakan telfon tak enak juga. Tambah lagi ibu angkatku, melihatku sering intim di telfon, lama-lama berubah juga. Kini, wajah kusam akan dipasangnya setiap kali aku menerima nelfon. Aku tak enak, maka akhirnya kusampaikan pada pria itu, tak usah lagi menghubungiku. Dan komunikasi kami putus.

Kehilangankah aku? 

Ada memang, tapi biasa saja.

Kesepiankah?

Ada, tapi sedikit. Selaam ini, perbincanganku dengannya biasa saja. Jiwa yang kupasang juga, tak berlebihan. Hasrat, cinta, harapa, berusaha kusingkirkan. Telah sejak lama kupelajari, dalam berhubungan dengan orang, jangan pernah mengumbar harapan. Harapan yang bebas lepas terbiarkan, nyaris bisa kupastikan, hasilnya selalu kekecewaan. Saat sedikit berbincang ria dengannya, sudut pandang yang kupasang saat itu adalah, di mataku, dia adalah seorang yang mau menjalin persaudaraan. Tak lebih. Dan aku sendiri, sebagai yatim piatu, yang hidup di tengah orang lain, kupikir, sangat membutuhkan banyak saudara.

Terus, masalah rumah tangga, tak adakah pikiranku ke sana?

Tentu saja ada. Pernah kudengar, juga sempat kukhayalkan sendiri, tentang indahnya bersuami, saling menautkan tangan, mengayuh sepeda rumah tangga, berketurunan, punya anak, punya cucu, lalu menjadi nenek bahagia. Akan tetapi untuk saat ini, kurasa, bukan bagian yang harus kupusingkan. Diriku, nasibku, masa depanku, kuserahkan pada Tuhan. Begitulah prinsipku kini.

Di butir-butir padi manakah tersimpannya saripati anakku, sama sekali tak tahu, dan pula, tak pernah mau mepertanyakannya, sebagaimana aku pun tak mau bertanya, lewat jalan manakah nanti kutemukan jodohku. Semesta pasti telah menyimpannya, dan akan berjalan, menuju kepastian itu sesuai titah Yang Maha Pencipta. Bagai iringan minuman teh madu di pabrik, atau lembaran-lembaran benang di mesin tekstil, semuanya telah diskenario untuk mengarah pada satu jalinan sempurna, di suatu waktu, sesuai kepastian-Nya. Tak usah kau ulang, jika bagian ini tidak kau mengerti, sebab maksud intiku hanyalah, bahwa aku, takkan terlalu memusingkan yang namanya jodoh. Usahaku untuk itu sederhana saja, aku, sebagai wanita, hanya punya kriteria, dan sisanya, adalah berdoa menginginkan yang terbaik menurut-Nya.

Kukatakan pada diriku sendiri, jangan kepada masalah itu dulu konsentrasiku. Ijazah SMA ini harus manfaat buatku mencari kerja. Pembacaku, kalian biasanya teriak idealis, "Aku tak mau mencari kerja, aku ingin menciptakan lapangan kerja", tapi biasanya buktinya, dapat kerja tidak, menciptakan lapangan kerja pun tidak.

Ada juga yang berlagak mau mandiri, berani pinjam modal ke bank, dengan jaminan rumah bapaknya, kemudian buka usaha, kredit kendaraan, sambil terus kuliah, namun kemudian bangkrut, kuliahnya terbengkalai, kendaraannya dijabel.....nah, kukira nasib orang ini sama dengan pribahasa: Sekali merengkuh dayung, berenang-renang ke tepian.

Aku mau biasa saja, mencari kerja, dengan ijazah hasilku sekolah, dan Alhamdulillah, aku diterima pada salah satu toko di Bandung Super Mall. Keren nggak sih? Menurutku sih lumayan. Berangkat pagi dengan pakaian rapi, kemudian kerja di tempat nyaman. Tempatku bekerja adalah toko besar grai pakaian milik babah asal Korea. Sudah menjadi janjiku, juga ungkapan rasa syukurku, jika diterima kerja akan puasa, dan ini kulakukan. Sebulan berlalu, kudapatkan gaji pertama, tak bisa kulukiskan betapa gembiranya.

Dalam hati kuberjanji, gaji pertamaku, ingin kubagi pada ibu angkatku, juga sebagian, kusedekahkan pada nenekku, sambil mengunjunginya, sambil kuantarkan pula beberapa pakaian dan perlengkapanku bekas sekolah. Karena uangku cukup, setelah kerja ini, aku jadi sering ke rumah nenek. Bagaimana pun cueknya dia dulu, bagaimana pun dia tak peduli sekolahku, namun kampungnya, rumahnya, tetap kuakui, ada kedamaian di sana.

Hari beradu terlahir minggu, minggu terjalin menyulam bulan, dan entah telah berapa purnama kulewat, ketika sampai episode ini, yaitu episode ketika bermalam rumah nenekku, tak sengaja kutemukan sebuah kartu, pada sela-sela halaman buku. Kartu nama itu, kartu nama pemuda itu, staf katering itu......

Sejenak aku tertegun, menangkupkan muka ke wajah, bingung, apa  yang harus kulakukan. Haruskah kuhubungi, tapi siapa dia. Eh lupa, dia kan saudaraku......

Ada mau, ada malu, ada sungkan, ada segan, ada rindu, eh kok rindu....ah ada-ada saja......

(Bersambung)

Selasa, 25 Februari 2014

Cara Mengumpulkan Link Pada Satu Postingan Blog

Bermula dari seorang teman yang bertanya, maka saya tulis postingan ini. Terima kasih temanku, kamu sangat menginspirasi. Pada setiap menu blog yang sudah kamu pasang, kamu mau, jika kamu klik, tampilan halamanmu bukan tampilan tulisan, tapi tampilan link yang bisa kamu klik. Itu kan maumu?

Ok, kalau itu maumu, kuberi tahu.

Gini ya:

1. Ambil link halaman kamu dengan cara blok-copy


2. Buka postingan baru. (1) Pada bagian judul, tuliskan nama kategori untuk kumpulan linkmu ini. Kemudian pada halaman posting, (2) Tuliskan judul dari link yang kamu ambil tadi, kemudian blok. (3) Lalu klik Link. Lihat gambar:



3. Pada kolom Web Adress, pastekan Link yang sudah kamu copy tadi. Klik Ok


4. Lakukan pada link lainnya.

5. Selamat menikmati! Haha

Kekuatan Spontanitas

Mengapa saya terus berkoar-kaor
Tentang menulis seenaknya
Karena dengan menulis seenaknya, Anda bisa lebih spontanitas

Lupakanlah dulu mereka yang terlalu mendoktrinmu
Dengan segudang aturan menulis memusingkan
Karena sebenarnya dia sendiri pun
Lebih suka menulis seenaknya
Dia sendiri pun tidak mau
Jika orang lain terlalu mendiktenya, karena pada dasarnya setiap penulis
Dari mulai penulis kacangan hingga penulis dagingan
Dari mulai penulis kelas buncis hingga penulis legendaris
Mereka semua,
Ingin menulis seenaknya
Seenak mungkin, seenak yang mereka bisa

Karena pada dasarnya semua orang tidak ingin diatur
Semua orang ingin bebas, mengikuti maunya sendiri, aturannya sendiri

Kalau tidak percaya, buktikan!
Silahkan pergi ke perpustakaan, baca buku aturan menulis lengkap
Baca semuanya, jangan terlewat
Kemudian, baca hasil karya seorang penulis terkenal
Cari bagian-bagian kelirunya, catat, kumpulkan, lalu sampaikan kepada penulis itu
Semuanya

Saya jamin jawaban yang akan Anda dapatkan dari penulis itu adalah:
Inilah menulis cara saya
Kalau kamu tak suka tidak mengapa!

Begitulah semua orang
Sebetulnya ingin menulis seenaknya, dan itu sah-sah saja menurut saya
Sepanjang tidak mendobrak batas-batas agama

Dan jika,
Keinginan menulis seenaknya itu
Menggebu dalam hati Anda
Saya sarankan, jangan pernah ia kekang, biarkan dia bebas
Biarkan jiwamu lepas, melompat, lari, menabrak batas-batas waras

Biarkan kalimat dari dalam jiwamu
Meluncur spontanitas,
Sebab dari spontanitas biasanya terlahir kreatifitas
Sebuah karya yang penuh orisinalitas

Karena serangkai kata yang meluncur pertama kali dari otakmu
Seringkali itulah kata terbaikmu,

Kalau Anda pernah membaca Blink
Salah satu karya dahsyat si rambut acak-acakan Malcolm Gladwel
Akan Anda baca di sana, bahwa, kesan singkat pertama yang muncul dari otak Anda
Ketika Anda memikirkan sesuatu
Seringkali
Itulah kesan terbaiknya,
Maka begitulah serangkai kata yang meluncur spontan dari otak Anda,
Yang membuat Anda tergerak ingin secepatnya menulis cerita, atau tulisan apa saja
Kata-kata itulah, seringkali yang menjadi kata terbaik Anda

Saya sendiri bebepa kali mengalami
Menulis cerita
Kemudian, setelah selesai, saya posting ke sosial media
Orang-orang membaca, sambil saya sendiri baca, dan mencoba mengeditnya
Misalnya, mengganti openingnya dengan kata lebih baik, sesuai dengan kaidah cerita
Yang diajarkan para penulis terkenal
Akan tetapi, bagaimana hasilnya?
Sering muncul komentar, berbada protes, mengapa harus diganti?
Justeru yang bagus itu tadi, yang saya tulis asal jeplak!

Saya juga seringkali membaca
Komen beberapa teman di sosial media
Dan beberapa kali saya temukan, tulisan dia pada komen,
Jauh lebih cerdas, daripada tulisan dia di postingannya
Saya yakin itu terjadi karena, tulisan dia di komen, jauh lebih spontanitas
Daripada tulisannya di postingan, yang seringkali terhambat, karena terlalu memusingkan aturan

Download Gratis Tutur Tinular 5: Perguruan Loh Pandak

Tutur Tinular: Perguruan Loh Pandak 121-122
Tutur Tinular: Perguruan Loh Pandak 123-124
Tutur Tinular: Perguruan Loh Pandak 125-126
Tutur Tinular: Perguruan Loh Pandak 127-128
Tutur Tinular: Perguruan Loh Pandak 129-130
Tutur Tinular: Perguruan Loh Pandak 131-132
Tutur Tinular: Perguruan Loh Pandak 133-134
Tutur Tinular: Perguruan Loh Pandak 135-136
Tutur Tinular: Perguruan Loh Pandak 137-138
Tutur Tinular: Perguruan Loh Pandak 139-140
Tutur Tinular: Perguruan Loh Pandak 141-142
Tutur Tinular: Perguruan Loh Pandak 143-144
Tutur Tinular: Perguruan Loh Pandak 145-146
Tutur Tinular: Perguruan Loh Pandak 147-148
Tutur Tinular: Perguruan Loh Pandak 149-150